Jalan Mana


Kira-kira sepuluh kali aku mengetik-menghapus-mengetik dan seterusnya kalimat pembuka untuk tulisan kali ini. Alih-alih menemukan kalimat yang terdengar elegan, aku akan menuliskan pengakuan saja.

Oke. Delapan bulan blog ini ditinggalkan. Nasibnya mungkin serupa textbook tebal yang tidak kubawa pindah ke kamar mungilku di Cileungsi; berdebu. Aku masih sesekali menulis di blog pribadiku yang lain (sst rahasia), namun menulis di WP ini rasanya berbeda. Aku ingin menulis sesuatu yang.. mencerahkan? Setidaknya bagi diriku sendiri.

Nyatanya kamu memang tidak selalu berada dalam keadaan ‘terinspirasi’ untuk menulis sesuatu yang.. mencerahkan. Terlebih saat ritme sirkadian tidak terlalu teratur karena menghadapi jadwal jaga yang bervariasi.

Oh ya, aku lupa pernah bercerita atau tidak. Delapan bulan ini aku tengah menjalani program internsip di rumah sakit dan puskesmas yang terletak di bilangan Cileungsi. Ada banyak hal yang terjadi, tentu saja, namun tampaknya perlu waktu yang tak singkat untuk merangkainya menjadi cerita atau pemikiran yang matang. Entahlah, aku jadi sangat perfeksionis bila membicarakan tulisanku sendiri.

Februari. Maret. April. Mei. Juni. Juli. Agustus. September. Oktober. November. Masih ada Desember, Januari dan Februari sampai aku menyelesaikan program ini. Dalam waktu hampir setahun ini tampaknya aku setia pada pendirianku untuk tidak mengambil pendidikan spesialisasi. Sejauh ini aku cenderung lebih menyukai dunia akademik dan penelitian dibandingkan dunia klinisi (saja).

Insya’ Allah setelah menyelesaikan internsip aku akan kembali ke fakultasku. Rencana saat ini berkisar antara magang di Pusat Studi TB-HIV sembari mempersiapkan mengambil master di bidang Epidemiologi atau Public Health.

Salah seorang mentor di sebuah workshop penelitian yang kuikuti pernah berkata, “Kamu masih muda, kalau memang kamu sudah tahu apa yang ingin kamu lakukan, ikuti jalannya. Kalaupun ternyata ada yang belum sesuai harapanmu, kamu masih bisa memilih jalan lainnya. Kamu punya waktu, tekuni saja apa yang ada di hadapanmu, pasti ada manfaatnya.”

Mungkin saja saat ini aku sedang memilih salah satu jalan besar. Kemudian ada pertigaan atau perempatan, aku akan kembali memilih. Hidup memang terdiri dari entitas pilihan yang kita pilih beserta konsekuensinya kan?

Mudah-mudahan pilihanku senantiasa berada di jalan cahaya🙂 Bismillah.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: