Menjaga Niat


Aku sering mengingat nasihat guruku: “Menjaga niat itu ada di awal, tengah dan akhir.”

Di awal sebelum memulai sesuatu. Karena siapa, untuk apa, ingin apa.. Mengapa kamu melakukannya?

Di tengah tatkala melaksanakannya. Kalau jadi lelah, niatnya jangan berubah. Mengeluh dan kesal sama orang bisa bikin niat melenceng. Bisa-bisa kamu melakukan sesuatu dengan benar hanya supaya tidak dimarahi orang lain, atau hanya sebagai pembuktian bahwa apa yang dikatakan orang lain itu salah. Sayang kan?

Di akhir saat menyelesaikannya. Saat tugasmu selesai dengan baik, kamu nggak boleh jadi sombong. Merasa hebat, merasa yang terbaik, merasa jagoan. Kamu harus beryukur dan menyadari bahwa kamu bisa begitu dengan pertolongan Allah. Tinggi hati itu sandungan.

Pada kenyataannya, menjaga niat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan (sebenarnya membalikkan telapak tangan susah sih kalau ada gangguan saraf atau otot tangan, oke, abaikan), ada banyak tantangannya. Tapi kalau berhasil, hadiahnya luar biasa.. di dunia ada, di akhirat ada, insya’ Allah.

Ya.. Mungkin nggak bisa langsung sempurna, seenggaknya kamu berusaha.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: