Pemantik


Katanya, masa lalu itu punya pemantik. Iya, semacam pemantik api itu. Saat memantiknya, menyalalah sang api. Menyerbumu dengan rasa panas atau apapun untuk menunjukkan ia ada.

Kau memang tidak hidup di masa lalu.

Tapi, ada kalanya, masa lalu itu membuatmu menangis seperti anak kecil. Sesak.

Jangan terlarut. Itu saja. Juga, jangan lupa mengambil hikmah dan belajar darinya.

Tidak ada skenario yang ditulis tanpa maksud.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: