Perencana


Di balik setiap perencanaan yang kita lakukan, selalu ada rencana Allah yang lebih indah.

Indah di sini tidak harus bahagia versi kita. Ada senangnya. Ada sedihnya. Ada leganya. Ada deg-degannya. Ada sabarnya. Ada syukurnya. Ada tawanya. Ada tangisnya.

Indah di sini artinya lebih baik dalam pandangan-Nya. Allah ingin kamu menjadi sosok muslim atau muslimah yang lebih kuat. Lebih dewasa. Lebih hati-hati. Lebih menyeluruh dalam memandang suatu persoalan dan lebih bijaksana dalam memberikan respon.

Kalau kata Raihan dalam nasyidnya yang berjudul “Kehidupan”,

Ujian adalah tarbiyah dari Allah, apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya.

Aku sendiri adalah orang yang suka merencanakan. Dalam otakku, tersusun berbagai analisis dan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi. Orang-orang akan menyebutku, ‘rumit’, ‘kompleks’ atau ‘tidak sederhana’, bahkan salah seorang teman KKN menambahkan bahwa aku cenderung ‘misterus’. Haha. Aku nggak separah itu kok, sobat. Aku tetap aku yang sederhana dengan segala ketidaksederhanaan itu. *lalu pada jadi bingung*

Di balik setiap rencana yang aku lakukan, kehati-hatian yang aku jalankan, tidak jarang ada hal-hal yang terjadi di luar rencana. Dulu, aku sering menangis karena merasa tidak cukup baik untuk menjalankan rencana, kenapa tidak sesuai target, kenapa kenapa kenapa.. tapi, ya, itulah.. saat kita membuat rencana, kita juga berhadapan dengan dinamika manusia dan kehidupan di sekitar kita. Dan yang terpenting, ada Sang Maha Bijaksana yang kemudian menentukan apakah rencana versi kita memang sebaik itu untuk terlaksana. Pada titik itu, aku mengembalikan semua pada Allah. Di-ACC atau tidak, aku telah melaksanakan tugasku untuk mempersiapkan. Hasil? Hanya Allah yang berhak menentukan. Kalimat klise itu, “Tugas manusia hanya berusaha,” tidak pernah menjadi klise lagi.

Tugas kita memang hanya berusaha. Meluruskan niat, memperdalam ilmu, menguatkan pemahaman, merancang dengan optimal, merencanakan dengan matang, melaksanakan dengan kemampuan sebaik yang kita bisa. Tidak bisa kita tampik bahwa akan terjadi beberapa kelalaian atau kesalahan di dalamnya, yang meski kita antisipasi, memang masih memiliki probabilitas untuk terjadi.

Manusia tidak sempurna. Hanya Allah Yang Maha Sempurna secara mutlak.

Ujian adalah tarbiyah dari Allah. Bagiku, salah satu bentuk ujian itu adalah tatkala aku menghadapi hal-hal mengejutkan yang luput dari bayangan.. Bagaimanapun detail yang aku buat, sehati-hati apa aku melaksanakan, aku adalah manusia.

Rencana Allah selalu jauh lebih indah.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: