Karena Aku Manusia


Robot

Aku tidak suka menjadi robot. Aku manusia.

Aku tidak suka disebut robot. Aku manusia.

Aku tidak suka dianggap robot. Aku manusia.

Maka aku menuntut ilmu, mengasah pemahaman, bertanya pada ahlinya, berdiskusi untuk menambah wawasan pemikiran, memohon pada-Nya agar diberikan akal yang tajam untuk memahami kejernihan ilmu, konteks beserta amalnya.

Lengkap. Ilmu tidak boleh hanya menjadi teori, yang gagap saat dilaksanakan di tengah realita. Ilmu hendaknya diaplikasikan dengan keluwesan yang tidak melanggar tuntunan Sang Kekasih.

Robot tentu tidak memerlukan ilmu untuk membentuk pemahamannya sebelum beraktivitas. Ia sudah diprogram begitu, dan akan selalu begitu, kecuali sistem komputernya terkena virus.

Sedangkan aku adalah manusia dengan kehausan kognitif yang tinggi, sampai-sampai ibuku dengan tegas mengingatkanku untuk selalu memperdalam ilmu. Tidak boleh berhenti.

Ilmu yang tidak gagap. Ilmu yang luwes dan bermanfaat.

Aku tidak suka menjadi robot. Aku manusia.

Aku tidak suka disebut robot. Aku manusia.

Aku tidak suka dianggap robot. Aku manusia.

Maka aku senantiasa berkonsultasi pada hati—yang kuperjuangkan untuk dijaga kebersihannya. Ah, menjaga hati itu sulitnya luar biasa.. sampai ingin menangis rasanya. Siklus kehidupan manusiaku berulang: berbuat kesalahan – beristighfar – berusaha untuk tidak mengulangi – berusaha mengiringi keburukan dengan kebaikan. Innal hasanaati yudzhibnas sayyi-aat.

Robot, kecuali Astro Boy (tokoh animasi berupa robot yang diprogram memiliki hati) tidak memiliki segumpal daging yang menjadi guide aktivitasnya. Ia sudah diprogram begitu. Sementara manusia paling baik akhlaknya, Rasulullah saw berpesan, “Istafti qolbak.”

Tanyakan pada hatimu. Mintalah fatwa pada hatimu.

Hati yang mana? Hati yang selalu terhubung dengan Sang Kekasih. Sekali terputus, sekali hati itu terkontaminasi dengan hal-hal yang menjauhkan diri dari-Nya, fatwa yang diberikan bisa jadi lebih banyak dicampuri bisikan syaithan.

Ah ya, hati itu ibarat benteng. Kalau penjagaannya lemah, masuklah musuh-musuh abadi manusia, syaithan, untuk menggelincirkan manusia ke dalam jurang. Yang benar tampak salah, yang salah tampak benar. Yang benar terasa menyesakkan, yang salah terasa menawan dan demikian menggoda untuk diikuti. Kita berprasangka diri melakukan kebaikan, padahal yang terjadi sebaliknya. Na’udzubillaah..

Aku tidak suka menjadi robot. Aku manusia.

Aku tidak suka disebut robot. Aku manusia.

Aku tidak suka dianggap robot. Aku manusia.

Maka aku menyemangati diriku untuk mendekatkan diri dengan dua warisan manusia mulia: Al Qur’an dan Hadits. Tidak akan tersesat manusia yang berpegang kepada keduanya, begitu ujar sang Rasul.

Iya, aku sangat takut tersesat.. aku ini penakut. Aku takut hidupku yang singkat dipenuhi oleh kesia-siaan.. atau diisi oleh sesuatu yang kusangka baik, padahal di mata-Nya jauh dari baik. Aku takut tersesat. Benar-benar takut.

Aku tidak suka menjadi robot. Aku manusia.

Aku tidak suka disebut robot. Aku manusia.

Aku tidak suka dianggap robot. Aku manusia.

Tapi, bila aku telah berikhtiar dan meminta pada-Nya untuk selalu dibimbing, sedangkan orang lain masih menganggap aku robot.. Aku tidak ingin memprotes apapun.

Bukan masalah anggapan orang lain.. Tapi bagaimana Allah memandang amal yang kulakukan. Allah Yang Maha Menilai.

Ah, aku takut kalau sudah bicara begini. Ya Allah, maaf ya, catatanku jauh dari sempurna >_<

Engkau yang menghukumi siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku hanya hamba-Mu yang senantiasa belajar untuk memahami tuntunan-Mu dan beramal. Bukan kataku, bukan kata mereka. bukan kata manusia benar atau salah itu.

Wa qulil haqqu min robbikum. Kebenaran itu hanya milik-Mu. Bagi seorang hamba yang beriman, kebenaran itu tidak relatif. Kebenaran itu adalah segala hal yang disandarkan pada-Mu.

Aku berlindung dari kesia-siaan. Aku berlindung dari tersesatnya jalan.. Aku berlindung pada-Mu, Ya Allah, agar tidak bersandar pada selain-Mu..

 

Sumber gambar: http://posterkini.blogspot.com/2013/03/pos-terkini-wow-ada-robot-pelayan-untuk.html

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: