Spesial (bukan martabak)


X: Bagaimana ya rasanya menjadi seseorang yang spesial di mata seorang laki-laki?
A: Hah? Nggak ada bagus-bagusnya, kalau itu bukan laki-laki yang halal. Hahaha.
X: (menggeplak A)
A: Ya iyalah, kalau kamu spesial di mata seorang laki-laki yang halal, ada nilai ibadahnya.. Tapi kalau kamu spesial di mata seseorang yang nggak halal (plis, gw berasa ngomongin makanan), terus kalian berdua setuju untuk saling membenarkan perasaan itu, lalu jadi saling deket.. lalu Allah menjadi nomor 2, nomor 3, bahkan nomor-nomor yang lebih jauh.. apa bagusnya, X? Gini nih, buat gw, bahagia bukan gw dapetin apa yang gw inginkan, tapi saat gw bisa berusaha melakukan apa yang Allah inginkan. Buat gw itu jauh dari cukup.
X: Tapi berat, ya?
A: Worthed kok, Neng.. Gw sih rela berjuang seumur hidup untuk dapetin cinta dari Sang Maha Sempurna.. Oooh, beruntung banget kalau beneran bisa.. meski gw masih jadi orang yang kayak gini T_T
X: Ya ampun, orang gw yang lagi curhat, kok lo malah ikut-ikutan sentimen gitu. Iya, gw juga mau dong belajar.. Temenin gw, ya?
A: Aaaaa, X.. Ingetin gw ya kalau gw yang mulai ngaco..
(lalu saling berpelukan)
Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: