Hingga Harumnya Semerbak


Penyebab masalah-masalah yang timbul di dunia adalah hilangnya Islam dari kehidupan.

Bukan tidak ada muslim, ada. Bahkan di Indonesia ada banyak sekali. Iya, kan?

Sayangnya, Islam itu tidak diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan setiap pemeluknya. Mereka lebih tertarik untuk mengikuti perkataan hawa nafsu atau hasil pikiran manusia-manusia yang tidak percaya pada Allah, dibandingkan mengikuti apa yang dikatakan Allah dan rasul-Nya.

Padahal Islam adalah panduan hidup yang komprehensif dan tiada cela. Pemenuhan kebutuhan jasad tidak menyelisihi kebutuhan akal dan ruh. Semua selaras dan harmonis.

Maka, tatkala kita mulai satu langkah demi satu langkah meninggalkan Islam, yang kita temui adalah kemunduran peradaban. Perkembangan sains dan teknologi tidak diimbangi dengan perbaikan akhlak dan ketataan pada Sang Pencipta. Muncullah tragedi-tragedi kemanusiaan. Pembantaian dan pembunuhan yang tidak dapat dijangkau hukum tatkala hukum itu sendiri dilahirkan untuk melindungi sang pembunuh. Muncullah tragedi-tragedi moral. Krisis kejujuran yang kerap kita jumpai di setiap lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pemegang amanah di tampuk pemerintahan.

Aku ingin hidup dan matiku diselimuti cahaya Islam.. Berpisah darinya seperti ikan kecil yang melompat keluar kolam dan menggelepar kekeringan.

Islam itu samudera cinta. Samudera ilmu. Samudera peradaban. Samudera di mana Ia mencelupkan kasih sayang-Nya tanpa batas.

Kamu. Ya, kamu. Ayo temani aku menjemput lagi cahaya itu. Bersemangat mempelajari Islam. Berusaha meneladani Rasulullah dalam kehidupan. Bersungguh-sungguh menaati titah Allah Yang Maha Cinta.

Perlahan-lahan. Ya, perlahan-lahan.

Hingga nanti, anak-anak kita akan mendekap Islam erat-erat karena melihat perjuangan ayah dan ibunya. Bukan hal yang mudah memang, tapi bukan mustahil untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik :”

Hingga nanti, Islam itu mewarna diri kita dengan cahaya.. kemudian masyarakat kita.. kemudian negeri yang kita cintai.. kemudian semerbak harumnya menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Begitu kan, Islam? Rahmatan lil ‘aalamiin.

terinspirasi dari taushiah seorang ustadz yang mengangkat buku, “Kerugian Dunia Karena Kemunduran Umat Islam

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: