Hati-hati


“Anak muda itu harus punya mimpi besar. Tidak boleh pesimis.”

Kalimat itu membuat saya memutar bola mata. Baru saja saya menyampaikan rangkuman kalimat yang disampaikan setiap orang di ruangan ini. Kami sedang membahas program sosial yang akan dijalankan oleh saya dan teman-teman seperjuangan di beasiswa.

Jadi, mereka berpikir bahwa saya pesimis?

Saya kan hanya merangkum apa yang saya observasi sejak tadi. Setiap orang mengajukan kritik, belum ada bahasa apresiasi yang saya dengar. Jadi saya bertanya, mengkonfirmasi apa yang saya amati.

Saya tidak pesimis. Sungguh. Saya juga punya gambaran mimpi yang menyenangkan untuk diceritakan. Harapan-harapan yang ingin saya wujudkan melalui ilmu dan pengabdian.

Saya hanya memerlukan data-data untuk menentukan langkah yang tepat, agar apa yang kami lakukan bisa terjembatani menuju mimpi-mimpi tadi. Saya memerlukan referensi yang bisa saya pelajari.

Maka saya bertanya, memastikan apakah interpretasi yang saya buat sepanjang forum tepat. Tidak ada salahnya memasukkan insight semua orang. Mempertimbangkannya matang-matang.

Mungkin, ini adalah bentuk kehati-hatian yang seringkali diartikan sebagai pesimisme.

Mungkin mereka memang belum mengerti.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: