Menolak Ingat


Oleh: Kurniawan Gunadi

Sumber: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/60214922018/tulisan-menolak-ingat

Saat menjalani kehidupan sehari-hari. Aku seringkali menolak ingat kematian. Lebih sering lagi menolak ingat bahwa Allah menyaksikan. Bahwa malaikat memenuhi catatan.

Aku menolak untuk ingat bahwa setiap amalan akan dibalaskan. Aku menjalani hari dengan penuh pelanggaran. Lebih tidak termaafkan lagi, ketika aku melihat teman-teman yang lain yang sama tidak ingatnya. Bergandeng tangan perempuan kemana-mana. Berbuat maksiat di sepanjang waktu. Atau hal lain yang pada dasarnya adalah, menolak ingat bahwa apa yang sedang dilakukan adalah satu kesalahan. Aku merasa punya teman.

Menolak ingat bahwa aku sudah tahu, tapi aku memilih tidak mau tahu agar bisa terlepas dari dosa. Jika ada suara-suara yang mengingatkan, aku menutup telinga. Aku memilih tidak peduli.

Aku menolak ingat jika kiamat itu pasti terjadi. Sehingga aku menjadi hari ini seolah-olah tidak akan ada akhirnya. Seolah-olah tidak akan ada balasan apapun atas kebaikan dan keburukan.

Aku paling tidak suka diingatkan perihal lawan jenis. Aku menolak ingat bahwa apa yang lakukan adalah kesalahan. Aku memilih tidak peduli dengan segala aturan-Nya. Aku memilih menutup telinga jika ada suara-suara yang mengingatkan. Aku memilih hasratku sendiri.

Aku menolak ingat akan kematian, sehingga aku tidak perlu repot-repot berbuat baik sepanjang waktu. Aku menolak lupa akan hari pembalasan. Agar setiap hal yang aku kerjakan ini menyenangkan, menyenangkan untuk diri ku sendiri.

Begitulah menjalani hidup seperti orang kebanyakan. Menganggap remeh setiap aturan, tidak mempedulikan nasihat. Melanggar syariat. Atau apapun yang dirasa memberatkan hati.

Itulah mengikuti hawa nafsu.

Aku menyadari seluruhnya namun tetap saja kerasa kepala. Aku takut jika saja hatiku ikut mengeras, sampai-sampai tak satu titik cahayapun bisa menembusnya. Hati yang aku matikan sendiri kemudian Dia jadikan mati yang sebenar-benarnya.

Bagaimana rasanya tidak diacuhkan oleh Tuhan? Dibiarkan begitu saja dalam kesesatan?

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. (QS Ar Ruum : 59)

Bandung, 4 September 2013

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: