Saat Ini


Selalu ada keinginan untuk menjadi kita yang dahulu, tatkala kondisi saat ini lebih sulit untuk menjadi lebih baik dari saat itu.

Tapi bukan itu intinya.

Sebaik apapun kita pada saat itu, catatan tinggal catatan. Tugas kita adalah menghadapi saat ini dengan do’a, ikhtiar dan tawakkal terbaik. Catatan malaikat terus berjalan, kamu mau berhenti berbuat?

Pun apabila masa lalu kita dipenuhi catatan negatif, Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk mengisi saat ini dengan catatan positif.

Sudut pandang nostalgia bisa menjadi sandungan apabila kita terjebak pada masa lalu, lantas lupa bahwa Allah memberikan kesempatan baru untuk kita isi dengan jiwa besar dan tekad yang teguh.

Kesempatan baru untuk menjadi lebih baik. Kesempatan untuk menghadapi jenak-jenak ujian, yang mungkin, tampak lebih berat dan menyesakkan.

Beban ujian itu, kawan, memang bukan diberikan untuk kita tanggung sendiri.

Beban itu ada untuk disandarkan pada-Nya, agar keimanan menjelmakan kemuliaan dalam amal. Ah ya, amal-amal itu memang tidak selalu sama. Allah berikan bentuknya yang berbeda-beda.

Tantangannya, seberapa sungguh-sungguh kita melibatkan Dia dalam perjalanan nan penuh warna ini.

Seberapa sungguh-sungguh kita berhusnuzhon pada skenario yang Dia takdirkan, lalu menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan bersabar dalam perjuangan menjalani skenario itu.

Allahumma yassir lanaa wa laa tu’assir lanaa.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: