Hidup dan Mati


Rasanya malu masih lebih banyak memikirkan urusan-urusan sekunder atau tersier diri sendiri sementara banyak orang di luar sana yang memerlukan pertolongan untuk sekadar tetap hidup..

Manusia-manusia yang dibantai karena mereka beriman.. Sesederhana, karena mereka muslim. Kesederhanaan yang tetap mereka jaga sampai malaikat Allah menjemput ruhnya.

Aku yang tampaknya lebih beruntung, bisakah menjumpai kematian dalam keadaan muslim juga? Masih panjang jalan terbentang, masih banyak ujian yang harus kuhadapi. Adakah istiqomah itu akan menyertai?

Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘aafihim wa’fu’anhum.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: