Kamu Mau Kalah?


Jika bermimpi saja tak berani, warna apa lagi yang hendak kau jumpa selain tempat tinggalmu?

Jika berharap saja enggan, kisah apa lagi yang hendak kau pinta selain keseharian yang menjenuhkan?

Jika berdo’a saja kau takut, perubahan apa yang kau dapatkan selain pergantian waktu, usia dan tubuhmu yang semakin menua?

Memang ada kalanya kamu akan jatuh dan merasa sakit, seperti anak-anak yang belajar berjalan. Menangis, menunjuk-nunjuk luka yang dihasilkan. Tapi kau lihat anak-anak itu? Mereka tetap bangkit lagi dan belajar berjalan, hingga pada momen yang ajaib–kalau dipikir-pikir, mereka bahkan bisa berlari. Melesat bagai anak panah.

Lantas dalam usia yang tidak bisa lagi disebut balita, kamu mau kalah dengan mereka?

Mendustai dirimu bahwa kamu tidak bisa berbuat lebih. Keadaan kau katakan membuatnya demikian. Keterbatasan kau kambinghitamkan atas stagnansi yang menghuni keseharianmu. Padahal di balik itu semua, rasa takut yang tidak kau sandarkan pada Sang Mahakuasa, yang membuatmu tidak mau lagi belajar berjalan.

Manusia memang harus realistis. Tapi realita pun berujar, “Sebelum jatah usiamu habis di dunia, kamu masih bisa memperjuangkan suatu kebaikan sampai limit yang tidak kamu sangka.”

Sertakan Allah dalam perjuangan itu.

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. Shabrina Nida Al Husna

     /  July 24, 2013

    Reblogged this on My Little Scrap Book and commented:
    Sertakan Allah dalam perjuanganmu. Jangan pernah meninggalkan Ia, yang tak mungkin meninggalkanmu walau sedetik saja..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: