Bercerita Itu


Kadang aku bercerita bukan hanya untuk bercerita.

Aku bercerita sambil bertanya-tanya, seperti apakah respon orang itu jika tahu aku yang sebenarnya?

Apakah ia akan memahami dan menerima,

atau,

merasa jenuh dan menjauhi.

Kalau kamu mau berteman, kamu butuh kejujuran.

Menerima apa adanya, bagiku, akan menjadi gerbang untuk menjadi lebih dari apa adanya.

Maksudku, ketulusan untuk menjadi seorang sahabat, akan menjadi jalan untuk mendukung proses perbaikan dalam dirimu.

Bersahabat dalam kebaikan dan perbaikan. Bukan penghakiman dan tuntutan.

Berjalanlah bersamaku, aku akan menggenggam tanganmu dengan senyuman terbaikku.

 

Lagi-lagi, dunia bagi para pendiam, ya?

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: