Sensasi Ujian Fakultasku


Kenapa aku berkali-kali kembali dalam kondisi ini?

Sebelum ujian tiba, menyemangati diri,

mengulang-ulang dalam hati bahwa setiap orang punya waktu masing-masing, punya macam usahanya yang khas, punya kesempatan dan caranya masing-masing untuk belajar,

tersenyum dan bersenandung untuk diri sendiri,

menguatkan tekad.

Melihat timeline yang tidak hanya diisi jadwal ujian, tapi tanggung jawab amanah lainnya. Masih, aku masih gadis yang sama yang memasuki fakultas kesayanganku tiga tahun yang lalu.

Masih, perasaanku masih sama saat ujian sudah dekat. Terlebih saat melihat teman-teman yang sampai ‘mengurung’ dirinya untuk belajar, hehe. Bagiku, belajar adalah bagian kehidupan yang menyenangkan. Jadi, perlahan tak apa. Nikmati setiap jenaknya. Hirup setiap hikmah di dalamnya.

Aku bertanya-tanya, mengapa sensasinya selalu setegang ini?

Bahkan kakak kelasku yang pernah ditanya, “Masih tegang mana, menghadapi SOOCA atau menunggu akad nikah?” dengan candanya dia  menjawab, “SOOCA.”

SOOCA bukan Tuhan, yang dijadikan bahan dzikir setiap saat, yang diberikan banyak pengharapan, diberikan banyak porsi rasa takut. Ayo kita bersandar pada Sang Maha Kuasa. Ia yang Memberikan ujian dan paling Tahu jawabannya.

Ketakutan yang muncul, sandarkan pada Sang Maha Tahu.

Harapan yang buncah, sandarkan pada Sang Maha Cinta.

Debar yang kau rasakan, iringi dengan dzikrullah..

Ah, sepertinya salah satu keresahanku adalah aku tidak bisa menempatkan ujian-ujian yang datang di tempatnya yang sesuai, tidak di bagian terdalam hatiku. Sering aku masih berlebihan.

Maka, ingatan tentang dialog Aisyah dan Rasulullah adalah jawaban yang paling tepat..

Ada momen-momen saat kamu tidak lagi mengingat orang-orang yang paling kamu sayangi,

debar yang kamu rasakan tiada bandingnya,

tatkala timbangan di akhirat sedang bergerak-gerak dan menantikan di sisi mana ia berhenti,

tatkala kau melintasi titian shirath dan tak tahu apakah kau akan jatuh atau tiba di ujungnya.

Tulisan ini, pada akhirnya, juga berlaku untuk ujian-ujian lainnya dalam kehidupan. Bismillaah. Ayo bertaqwa, nanti Allah ajarkan penuh cinta.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: