Memahami Negarawan: Langkah Awal dalam Belajar Merawat Indonesia


Sumber: http://baktinusabandung.wordpress.com/2013/05/04/memahami-negarawan-langkah-awal-dalam-belajar-merawat-indonesia/

Oleh: Nur Afifah*

Negarawan, kata yang masih tergolong asing dilontarkan dalam perbincangan yang ada di tengah-tengah mahasiswa. Padahal, melalui sosok-sosok negarawan seperti Soekarno, Hatta, Natsir dan Hamka-lah Indonesia dapat mencapai kemerdekaan dan menginisiasi langkah pembangunan bangsanya. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mulai menyadari perannya dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu. Sebagaimana pengetahuan merupakan dasar dari proses perubahan perilaku seseorang, langkah awal dalam melahirkan generasi-generasi negarawan tersebut adalah dengan memberikan pemahaman yang utuh mengenai negarawan itu sendiri.

Pertanyaan pertama yang terlintas di benak penulis adalah, “Apakah makna negarawan?” Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, terdapat beberapa makna kata terkait negarawan, yaitu negara yang berarti “kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya” dan negarawan yang berarti “ahli dalam kenegaraan”. Sedangkan kenegaraan sendiri bermakna “seluk-beluk negara”. Sehingga, dapat diketahui bahwa negarawan merupakan seseorang yang ahli dalam hal negara sebagai suatu kelompok sosial. Sebuah pengertian yang lebih luas tercantum dalam The American Heritage Dictionary. Berdasarkan kamus tersebut, statesman atau negarawan memiliki beberapa makna, di antaranya “a man who is a leader in national or international affairs (seseorang yang berperan sebagai pemimpin dalam perkara nasional atau internasional)” dan “a man who is a respected leader in a given field (seseorang yang merupakan pemimpin yang dihormati di bidang tertentu)”. Pada definisi tersebut, makna negarawan dititiktekankan pada kepemimpinan seseorang—tanpa dibatasi pada bidang politik kenegaraan saja—baik yang berskala nasional maupun internasional. Maka, ketika membicarakan negarawan, penulis merangkum dua kata kunci, yaitu ahli dan pemimpin. Ahli bermakna memiliki kepandaian dalam suatu bidang—tanpa dibatasi pada bidang tertentu saja, karena negara sebagai suatu kelompok sosial disusun oleh pelbagai bidang. Pemimpin terkait dengan kepemimpinan sebagaimana ditulis Norman Copeland dalam buku Psychology and The Soldier:“Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni memengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.”

Kedua kata kunci tersebut dapat memberikan gambaran besar yang penting serta mempermudah mahasiswa dalam mendefinisikan langkah yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang negarawan. Secara praktis, setiap mahasiswa dapat merancang langkah nyata dalam membangun dua kompetensi utama: keahlian dan kepemimpinan. Derivat langkah untuk mencapai keahlian dapat disesuaikan dengan bidang mereka masing-masing. Misalnya, seorang mahasiswa kedokteran perlu mengasah hardskill sekaligus softskill yang diperlukan dalam menjadi dokter. Hal terpenting dalam poin ini adalah menjadi seseorang yang terbaik di bidangnya, sehingga setiap kita dapat memberikan solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Sedangkan, dalam mencapai kepemimpinan dapat diasah dalam berbagai kegiatan yang memerlukan kerja sama, baik dalam konteks kegiatan kemahasiswaan maupun sosial kemasyarakatan. Apabila setiap mahasiswa dapat berfokus untuk mencapai dua hal tersebut, insya’Allah akan segera terlahir generasi-generasi negarawan baru di Indonesia.

Referensi:

  1. http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/
  2. http://www.thefreedictionary.com/statesman
  3. http://news.loveindonesia.com/id/news/detail/11524/sistem-rekrutmen-politik-perlu-dibicarakan-ulang

*Saat ini, Nur Afifah tengah menjalani aktivitas sebagai mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Esai “Memahami Negarawan: Langkah Awal dalam Belajar Merawat Indonesia” dibuat sebagai penugasan personal menuju Temu Nasional BAKTI NUSA Dompet Dhuafa 26-30 April 2013.

Apabila ingin mengutip isi esai, harap cantumkan sumber referensi sebagai bentuk apresiasi terhadap penulis sekaligus menghindari praktik plagiarisme.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: