Bus Kota Kami


Getar badan bus kota adalah warna pagi

tatkala orang-orang berbondong-bondong menjemput hari

Wajah yang bersih tersapu air

Pakaian yang masih mewangi

Sesekali kepala-kepala bergoyang ke kanan atau ke kiri karena dirundung kantuk

 

Getar badan bus kota adalah puisi sehari-hari,

yang dibacakan sopir Damri kami dengan tulus hati

Ia berbagi kehidupan bagi para pekerja, pelajar hingga anak-anak yang bergelayutan di lengan ibunya

Pemandangan kiri kanan nan hijau, lika liku jalan, sapaan matahari di balik jendela, adalah bait yang kami syukuri

Terima kasih, bus kota kami.

 

–perjalanan Jatinangor-Bandung, dengan buku “Pokoknya Menulis” di pangkuan

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: