Tidak Hanya Bicara


Menelusuri kembali jejak-jejak beberapa sastrawan yang saya kenal sejak kecil memberikan kesadaran tersendiri.

Sastra adalah salah satu bentuk perjuangan. Sastra tidak hanya berbicara cinta, seperti yang lazim dipahami oleh orang-orang saat ini. “Jika orang jatuh cinta, mereka akan menjadi puitis.” Ya, seolah mereka pujangga, tapi bukan artinya semua puisi berbicara cinta.

Sastra juga berbicara politik, sosial, moral, pembangunan, hingga pengetahuan.

Sastra berbicara dengan penuh tenaga. Bahasanya lantang dan lugas.

Pesannya tersampaikan dari generasi ke generasi.

Renungannya terwarisi hingga sang penulis tidak ada.

Itulah mengapa, saya jatuh cinta pada sastra. Berjuang dengan kata, karsa dan karya.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: