Bukan Tuan Putri


Mungkin saya suka membahasakan pertemuan itu sebagai ‘pertemuan pangeran dan putri’.

Meskipun begitu, saya tidak pernah yakin diri saya adalah seorang tuan putri seperti yang ada di buku-buku.

Malah, sebaliknya.

Seorang putri bisa berjalan anggun. Saya? Diajakin balapan jalan juga ayo aja. Bahkan ada yang bilang, “Kalau mau cari Teh Fifah, lihat aja yang suka jalan sendirian dan kayak terbang.” Woo, terbang. Seru juga. Tapi saya juga suka jalan dengan teman-teman kok, kadang.

Seorang putri selalu bisa makan dengan rapi. Saya? Ya, begitulah. Akibat sering makan sambil membaca, mikir atau memperhatikan hal lain, jadi remahnya suka mampir dulu di baju.

Seorang putri gerak-geriknya gemulai. Saya? Sesuka saya. Malah bakat dari kecil, kalau menemani Ummi belanja saya pasti jadi kuli angkut. Lumayan tenaganya.

Saya punya riwayat memanjat pohon, memanjat pagar hingga memanjat genteng semasa saya kecil.

Itu beberapa contoh yang bisa saya ajukan.

Nggak penting juga sih, ya. Sekali-sekali lah saya nulis hal yang nggak bikin dahi mengerut karena bingung.

Jadi, ‘pertemuan pangeran dan putri’ itu memang ada.

Tapi kalau buat saya namanya apa doong? Saya kan nggak Tuan Putri banget.

Mungkin nanti diganti ‘pertemuan pangeran dan Afifah’.

Lalalala.

Kayak iya aja ada pangeran yang mau.

p.s. : yang terpenting, jadi muslimah yang dicintai Allah. Bagaimanapun karakter mereka, mereka akan menjadi mulia :’)

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: