Gadis itu mengerjapkan matanya,

“Harimau kecil?”

Ia tidak menemukan kucing menyebalkan itu beberapa hari ini.

Menyebalkan? Oh, baiklah. Kucing yang ia sayangi itu kadang memang sedikit menyebalkan.

“Harimau keciil?”

Kali ini suaranya lebih tinggi. Berharap harimau kecilnya muncul untuk bermain bersamanya.

Tapi kali ini yang muncul hanya pantulan-pantulan suaranya sendiri.

Gadis itu mengerti. Ada masanya harimau kecil itu harus pergi.

Tapi ia tetap rindu.

Ia tahu, harimau kecil sedang menempuh salah satu perjalanan pentingnya.

Apabila mereka bisa pergi bersama, tampaknya itu lebih menyenangkan.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: