Wanita Senja Itu


Nenek Naik Haji

Sumber gambar : http://www.tempo.co/read/news/2011/11/08/137365408/Cita-cita-Nenek-110-Tahun-Naik-Haji-Terwujud

Wanita senja itu tertidur di sampingku

Mataku memandangnya sedikit dari sisi kertas-kertas di hadapanku

Ah ya, wajahnya tampak lelah

Suaranya mulai sengau karena terbiasa tertidur digigit cuaca yang dingin

Diam-diam aku selalu terenyuh menatapnya

Ia seusia nenekku apabila nenek belum meninggal

Dulu nenek adalah nenek yang bahagia

Saat libur, kadang kami bermain ke tempat nenek

Kadangkala, nenek yang datang ke tempat kami, menemani cucu-cucu kecilnya yang selalu kelebihan energi

Masakan nenek adalah favoritku

Sebenarnya, omelan nenek waktu aku memanjat pohon atau bermain jauh dari rumah juga favoritku saat ini, atau tawa gelinya saat aku mengunci pintu kamar untuk bersikeras membolos sekolah karena takut disuntik imunisasi cacar, tapi dulu aku tidak sadar

(oh ya, alhasil, aku harus menghabiskan liburanku dengan cacar karena kekonyolanku)

Nenek adalah sebagian dunia masa kecilku, semoga Allah memberikan kenikmatan terbaik baginya di alam barzakh

 

Wanita senja itu datang ke dalam kehidupanku saat aku memasuki kuliah

Ia adalah penjaga indekos yang aku tempati

Aku suka tawa renyahnya atau ledekan yang kental berbahasa Sunda saat kami mengisi waktu luang bersama

Bahkan aku berhipotesis bahwa sebagian kekonyolan kami menular padanya,

“Nenek yang berjiwa muda.”

Wanita senja pemilik semangat fajar

Tugasnya yang melimpah sejak Shubuh belum juga tiba hingga malam sudah larut tak pernah menyurutkan keceriaannya

Mungkin ia adalah contoh manusia sanguinis yang patut dicontoh, ceria sekaligus gigih

Sesekali, ya, sesekali memang ia sering bercerita mengenai dirinya yang masih harus bekerja di usia senja

Ia memiliki dua orang anak di tempat yang terpisah jauh dari sisinya

Salah seorang cucu perempuannya sering datang ke tempat kami,

gadis yang lebih muda dari adikku, selalu menatap kami malu-malu

Bila gadis itu sedang ‘pemberani’, aku memanfaatkan momen itu untuk menggodanya

Sepertinya seru, mungkin kami bisa berteman seperti aku dan neneknya

(wow, pertemanan masa kini memang tidak pernah memandang usia)

 

Pukul 23.00, aku membangunkan wanita senja itu

Ia harus mengunci pintu dan gerbang indekos kami yang terdiri dari tiga bagian

Matanya merah, aku tahu kantuk masih menggelayutinya

Tapi itu lebih baik daripada membiarkannya tidur tanpa selimut di sofa

Aku teringat nenekku yang bahagia

Lalu bertanya, “Apakah wanita senja itu adalah nenek yang tidak berbahagia?”

Suatu hari ia bercerita padaku, pernah, ia berharap tidak harus bekerja di usianya yang senja

Aku mengangguk, membayangkan nenekku yang rajin berkunjung dan bermain dengan kami

Ummi juga pernah berkomentar saat wanita senja itu sakit,

“Memang beliau harus bekerja ya, Kak?”

Aku teringat nenekku yang bahagia

Wanita senja itu punya harapan yang sama,

tetapi keadaan memilihkan realitas yang berbeda

Maka pertanyaan itu membuatku terdiam, “Apakah wanita senja itu adalah nenek yang tidak berbahagia?”

Kebahagiaan itu sifatnya sangat personal

Ada yang didampingi syukur, ada yang didampingi sabar

Meskipun wanita senja itu pernah mengharapkan yang berbeda,

pertama-tama ia bersabar,

ujarnya, “Tapi ya ibu ikhlas, Neng. Kalau Allah ingin ibu mengumpulkan pahala dengan jalan seperti ini, mudah-mudahan bisa jadi bekal masuk surga.”

kemudian ia bersyukur

Kebahagiaan itu bersahabat bersama keimanan, indah.

 

Wanita senja itu tidak sendirian,

Ada wanita-wanita senja lainnya di lingkungan indekos kami

Ada wanita-wanita senja lainnya yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sederhana setiap hari

Diam-diam aku selalu terenyuh menatap mereka,

sekaligus malu dengan usahaku yang kalah dengan mereka dengan selisih usia yang jauh

Diam-diam aku menyisipkan do’a untuk mereka,

agar kebahagiaan itu mendampingi kehidupan mereka, bersama keimanan yang teguh

Karena di surga, tidak ada nenek-nenek

Setiap wanita akan menjadi perempuan jelita yang berbahagia

 

p.s. : mimpi terbesar mereka di dunia adalah berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji, semoga Allah mengabulkannya. Aamiin.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: