Tertinggal


I got it. 

Kamu nggak bisa terus-terusan ngabisin waktu buat memikirkan yang nggak kamu lakukan. Sayang waktunya.

Kalau mau bisa, ya, lakuin dengan segera. Sedikit juga nggak masalah.

Ibarat ada mobil A dan B yang pergi dari Jakarta, terus mobil A berhenti dulu di rest area, lamaa karena yang bawa ngantuk.

B udah nyampe di Nangor.

Yang harus dilakuin mobil A ya nyusul, ngelanjutin perjalanan, dan ngggak usah nyesel karena istirahat di rest area. Jalanin aja. Nanti juga nyampe di Nangor :’)

 

SMS saya ke Nurani dan Pusfa malam ini, dua teman yang benar-benar miaww. Akhir-akhir ini perasaan tertinggal itu mendominasi, ngefek lumayan akibat nggak terlalu ngerti materi-materi kuliah kemarin, skripsi yang dinamika perbimbingannya lumayan bikin dag dig dug, tugas-tugas baru yang harus saya perhatikan baik-baik. Semacam setiap stressor ngumpul rame-rame buat bikin babak belur. Tapi, Alhamdulillah, Allah mengirimkan teman-teman yang dahsyat untuk membantu saya.

Pusfa. Nai. Mila. Penghuni Avicenna akhwat lantai 2 dan orang-orang yang suka nyasar di sana.

Kalau ngerasa tertinggal, ya kejar semampu kamu. Jangan lupakan ningkatin laju taqwa diri, karena toh solusi terbaik datang bersama taqwa.

Ayo gadis tangguh, perjuangan belum selesai!

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: