Kehidupan Ini Penuh Kejutan Memang


Kehidupan ini penuh kejutan memang.

Ada canda ada tangis.

Ada suka ada duka.

Pun kita hanya menyukai sebagiannya, kita tidak mungkin terhindar dari yang lainnya. Karena, konsep kebaikan dalam pandangan skenario-Nya bisa jadi berbeda dengan konsep kebaikan dalam pandangan singkat kita.

Sebuah anugerah bahwa kehidupan itu terasa.. nyata.

Dunia blog atau media sosial, misalnya, kita juluki sebagai ‘dunia maya’, karena kita bisa memilih profil apa yang ingin kita tampilkan, topik apa yang ingin kita masukkan. Tampak menarik, mungkin, tapi tidak sedahsyat kehidupan nyata.

Kadang kita merasa sudah berbuat banyak dengan menyampaikan kebaikan di dunia maya, tapi tentu tak akan lengkap tanpa mengaktualisasikannya di dunia nyata. Justru di sanalah kita diuji. Sebagaimana sabda Rasulullah yang mulia, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Untuk bermanfaat itu berat ujiannya. Butuh ketekunan, kesabaran, kesyukuran dan keinginan untuk terus belajar.

Hadiahnya pun tidak main-main: surga dengan segala keistimewaannya, ridho-Nya dan kenikmatan tertinggi saat menatap wajah-Nya.

Kehidupan nyata mungkin tampak penuh luka, sakitnya bukan main, kita tidak bisa lari. Tapi saat kita telisik, betapa jauh lebih banyak kenikmatan yang Ia anugerahkan. Lengkap segala modal untuk menghadapi ujian-ujian kehidupan–yang toh tujuannya mendewasakan dan membuat kita naik ‘level’ kebaikan–hingga hadiah-hadiah yang tingkat romantismenya tidak ada yang bisa mengalahkan.

Kalau seorang pria yang romantis dikatakan romantis dengan memberikan seikat bunga, maka Allah menganugerahkan berbagai jenis bunga dengan keindahannya untuk manusia. Kalau seorang pria atau wanita yang pengertian dikatakan pengertian saat dapat menghadapi sesuatu dengan bijak, maka Allah senantiasa mengatur dan menetapkan kebaikan sepanjang kehidupan manusia, bahkan sebelum skenario itu terjadi.

Kehidupan ini penuh kejutan memang.

Ada canda ada tangis.

Ada suka ada duka.

Kadang hal-hal yang terasa berat membuat kita ingin lari, ingin menghilang, ingin pergi. Ada yang sepersekian detik segera sadar, bahwa di balik ujian itu ada nikmat dan tanda cinta dari Sang Pencipta, kemudian ia melaluinya bersama tuntunan-Nya. Ada yang memerlukan waktu untuk belajar sadar, mengumpulkan keberanian dan keikhlasan untuk menjalaninya dengan sebenar-benarnya.

Kitalah manusia itu, yang harus melalui setiap skenario kehidupan dengan setiap warnanya. Entah berat entah ringan. Entah sesuai keinginan kita entah tidak. Entah menyenangkan entah menyakitkan. Pilihan terbaik dari setiap respon kita adalah menghadapinya dengan semampu kita bersama taqwa kepada-Nya.

Fattaqullaaha mastatho’tum.

Bila ada rasa takut, bila ada rasa lelah, bila ada rasa lemah, tingkatkan laju taqwa diri. Maka Ia akan menggantikannya dengan kekuatan dan pertolongan.

 

p.s. : terinspirasi sebuah novel Ifa Avianty

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: