Apa yang Kau Dengar


Mau tidak mau, aku harus mengakui, bahwa apa yang kau dengar memengaruhi apa yang kau rasa.

Atau apa yang kau pikir.

Toh pendengaran memang bagian dari penginderaan, yang dengannya kita menyerap stimulus lingkungan.

Ada yang berkata, “Musik-musik itu membuat bahagia” atau sebaliknya, “Musik-musik itu membuatku sedih.”

Kadang aku beralasan suka dengan bait-baitnya.

Jarang aku pilih senandung dari nadanya. Aku telusuri makna dari apa yang disenandungkan.

Tapi, pada akhirnya, sebaik-baik yang aku dengar adalah lantunan Al Qur’an.

Apa yang aku rasa, apa yang aku pikir, apa yang terbersit dalam benak, selalu istimewa saat Al Qur’an yang dibacakan. Selainnya, aku terhanyut dalam rasa atau pikir yang tak perlu. Berlebihan.

Al Qur’an menjagaku. Firman-Nya meneduhkan hati dan pikirku yang hampir terevaporasi.

Mau tidak mau, aku harus mengakui, bahwa apa yang kau dengar memengaruhi apa yang kau rasa.

Atau yang kau pikir.

Maka, pilihlah yang baik. Bahkan, pilihlah yang terbaik.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: