Ikhlas, Ikhlas


Keikhlasan itu, lembut sekali perihal ia.

Batasnya dengan riya’ dan sum’ah, batasnya dengan kekaguman pada diri sendiri, sangat tipis.

Sedemikian yang Rasulullah khawatirkan, syirik kecil perkaranya..

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari ketertipuan diri atas amal kami, kami berlindung pada-Mu dari kesyirikan.. Ingatkan kami ya Allah..

 

Kata ‘kadzdzabta’ itu membuat merinding.

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari kesyirikan amal kami..

 

Ikhlash, ikhlash..

 

Bukan hanya rela hati. Apalagi takjub diri. Apalagi merasa lebih baik dari orang lain, atau merasa cukup dengan kebaikan yang telah dilakukan. Bukan senang hati dan bangga diri.

Ikhlash.. memurnikan amalmu untuk Allah semata.

 

Qul huwallaahu ahad !

 

–catatan setelah ta’lim Asy Syifaa’

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: