Jujur


Bagi saya, kejujuran bukan pilihan, tapi kewajiban. 

Bahkan bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan.

 

Maka meski pahit dan berdebar-debar memberitahunya, Bismillah, saya lakukan.

Prinsipnya, kembali ke visi. 

Visi hidup saya untuk Allah, untuk menjemput ridho Allah.

Maka saya butuh kejujuran untuk melaksanakan visi itu, di atas versi kebutuhan saya yang lain.

Kebaikan itu tidak perlu dibenturkan kan?

Kalau bisa dua-duanya, kenapa nggak?

Kalau harus memilih salah satunya, tentu pilih yang lebih dekat dengan taqwa.

Tidak boleh hilang kejujuran di sana.

Semoga Allah ridho.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: