Salah Itu Sakit, Tapi..


Tentang berbuat salah.

Dulu saya takut berbuat salah. Ketakutan setengah hidup, sampai saya tidak berani mencoba. “Tinggal aja di zona nyamanmu, gak ada yang akan menyalahkan kamu. Aman. Nggak usah keluar.”

Sekarang saya tergolong berani mencoba, lalu saya rajin berbuat salah.

Mana yang lebih baik?

Buat saya, nggak bisa dielakkan, yang pertama sangat menggoda untuk dilakukan. Kamu hidup untuk diri kamu sendiri, dengan cara yang nggak akan membuat kamu dimarahi atau merasa sedih.

Tapi, yang kedua, meskipun dada jadi sering sesak karena tahu saya salah. Meskipun saya harus berjuang menarik sudut bibir saya untuk berkata, “Iya, maafkan saya salah.” Mengakui kesalahan itu berat. Meskipun begitu, saya jadi banyak belajar.

Kalau sudah parah tekanannya, saya bisa menangis. Saya pernah menangis di depan umum (bukan untuk dicontoh, saya juga harus memperbaikinya), untuk mendeskripsikan seberapa nggak nyamannya perasaan bersalah itu.

Tapi setelah itu, saya memahami hal baru.

Sakit, tapi kamu tumbuh.

Toh tanaman butuh matahari yang panas untuk tumbuh indah, tinggi menjulang.

Rasa sakit bukan alasan untuk menyerah. Bahkan, di balik rasa sakit, ada pahala menanti, kalau kamu menghadapinya dengan cara yang Dia suka.

Hidup di dunia ini kayak nyeberang jalan aja kan, semoga setelahnya Allah beri kehidupan abadi yang bahagia setiba kita di seberang.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: