Seni Harmoni, Seni Belajar dan Seni Kesabaran


Berinteraksi dengan orang lain tampaknya memang tidak sesederhana kelihatannya, tidak juga serumit yang terpikirkan.

Ada seni tersendiri yang diperlukan dalam menjalankannya.

Ada orang yang bisa langsung klop dengan diri kamu, seperti tidak perlu ada usaha untuk mengenal mereka. Kamu merasa nyaman. Kamu bisa tertawa lepas tanpa beban. Kamu bisa menegur dengan ringan. Kamu bisa bertukar ide tanpa ada kata bosan. Kamu bisa berkata banyak hal bahkan hanya lewat tatapan. Kamu bisa merasakan bahwa kalian saling menerima, saling mengerti. Di sini yang bermain seni harmoni, nadanya indah dan alami.

Ada orang yang membuat kamu berusaha memahami. Kamu dan mereka berbeda. Tapi perbedaan bukan kiamat. Kalian bisa membangun jembatan untuk diseberangi bersama-sama. Tidak seluruh jembatan dibangun dengan bahan yang sama, karena untuk bisa mencapai tempat satu sama lain, dibutuhkan kerja sama. Tidak hanya utara, tidak hanya selatan, tapi utara menuju selatan dan selatan menuju utara. Di sini yang bermain seni belajar dan penyamaan frekuensi, memainkan nadanya perlu waktu dan usaha, tapi tetap indah pada akhirnya.

Ada orang yang membuatmu berusaha lebih bijak. Bijak di sini bukan bijak versi para filosofis, tapi kebijaksanaaan paling sederhana; kebijaksanaan dalam berlapang dada. Kamu akan menjadi seseorang yang paling banyak memberi bahan jembatan, dengan usaha dan waktu yang lebih panjang, dengan kehati-hatian yang amat sangat, karena kamu hanya membangun jembatan dari utara atau dari selatan. Di sini yang bermain seni kesabaran, nadanya naik turun penuh dinamika, tapi selama kamu mendengarkannya dengan dada yang lapang, ada keindahan yang bisa kamu rasakan.

Nyatanya, mungkin kamu menemukan lebih dari tiga macam apa yang aku tuliskan. Aku menulis ini sembari membujuk otakku memikirkan bait-bait proposal penelitian yang akan kutulis.

Selamat malam. Selamat menikmati seni berinteraksi dengan orang lain esok, esok dan esoknya lagi. Jangan lupa sertakan Allah dalam setiap interaksi kita (baca: jaga kebaikannya, jaga tata caranya, contoh utusan-Nya).

Sesungguhnya Ia ciptakan kita untuk saling mengenal :’)

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: