Muskahim (Sebuah Perspektif)


Sesore-malaman tadi saya menghadiri sebuah forum mahasiswa untuk memilih ketua himpunan. Alkisah, struktur kemahasiswaan di fakultas kami mengalami beberapa perubahan karena perbedaan kondisi. Jika dulunya FK Unpad Jatinangor hanya dihuni mahasiswa PSSK (Program Studi Sarjana Kedokteran), saat ini teman-teman program studi D3 Kebidanan juga belajar di tempat yang sama dengan kami. Melalui proses musyawarah, kami memutuskan untuk membentuk Pengurus Harian (PH) KEMA sebagai organisasi tingkat fakultas dan Himpunan sebagai organisasi tingkat program studi.

Masih ingat Bos OPPEK 2012? Yap. Hafdzi Maulana-lah yang terpilih menjadi ketua PH periode 2013-2014.

Nah, sekarang giliran bahasan musyawarah kami adalah mengenai pemilihan ketua Himpunan PSSK.

Lagi, saya menyaksikan dua teman terbaik saya mengikuti proses pemilihan. Isal sang ketua mabim yang selalu saya kagumi kejelian, kekritisan serta ketegasannya; serta Pesiar sang teman seangkatan yang saya kagumi ide-ide segar, kemampuan berpikir kritis dan kebersahajaannya. Keduanya adalah orang-orang luar biasa yang ada di tengah-tengah kami.

Mulanya, Isal dan Pesiar membawakan presentasi mengenai Curriculum Vitae, Visi-Misi, Analisis Kemahasiswaan dan SWOT diri. Selanjutnya sesi tanya jawab dari panelis, diikuti sesi tanya jawab dari peserta. Pada kesempatan berikutnya, panelis menyampaikan analisis hasil tanya jawab per calon, dengan berbagai sudut pandang yang cukup membuka mata.

Nah, setelah memperoleh input-input tadi, kami melakukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan siapakah ketua Hima perdana kami.

Apa yang ingin saya tuliskan di sini tentu saja bukan narasi-narasi pendapat yang disampaikan dalam musyawarah, di samping hal tersebut bukanlah konsumsi publik luas, ide utama saya memang bukan itu.

Pada saat proses musyawarah berlangsung, masing-masing mahasiswa memang menyampaikan pendapatnya mengenai calon yang menjadi preference mereka. Saya mengambil beberapa hikmah dari sesi ini.

Isal dan Pesiar, keduanya memiliki sisi keistimewaan yang berbeda. Katakanlah, SWOT mereka memiliki dua sisi yang cukup berbeda. Pun seorang tergolong lebih bersifat ‘manager’ atau yang lainnya lebih bersifat ‘leader’, keduanya telah menunjukkan kemampuan mereka untuk memimpin dengan kemampuan terbaik mereka tanpa terlepas dari ciri khas mereka tadi. Dan mereka berhasil.

Saya menyaksikannya.

Namun, dalam setiap proses musyawarah, yang paling utama kita lihat tidak semata tipe orang seperti apa yang kita inginkan, tetapi keterbutuhan dari organisasi kita sekarang. Apa yang kita inginkan versi kita, misalnya, “Saya ingin tipe pemimpin yang ceria” atau “Saya suka tipe pemimpin yang tidak neko-neko”, sesungguhnya yang menjadi pertimbangan utama kita adalah keterbutuhan dan kondisi yang harus kita hadapi saat ini. Siapa yang dinilai paling baik dalam menjalankan amanah tersebut, yang memiliki maslahat lebih besar. Bukan artinya dia yang tidak terpilih itu buruk. Kita memilih yang terbaik dari yang baik :’) Kalau diibaratkan memilih obat yang akan diresepkan, kita memilih yang benefitnya lebih besar, sesuai dengan kondisi masing-masing pasien yang datang saat itu.

Begitulah.

Tapi tidak sampai di sana. Saat musyawarah memutuskan seseorang menjadi pemimpin suatu organisasi atau institusi, sesungguhnya setiap kita telah memutuskan orang tersebut untuk memimpin diri kita. Kita memberikan kepercayaan sekaligus kesediaan penuh untuk membantunya mencapai visi bersama. Bukan memilih untuk membebankan segala sesuatunya pada satu orang, tetapi memilih untuk dipimpin menjalankan kontribusi terbaik kita di dalam periode tersebut.

Setiap pemimpin memiliki kewajiban kepada mereka yang dipimpin, begitu pula sebaliknya. Jika hal ini dipahami dengan baik, maka setiap tujuan besar insya’Allah dapat tercapai.

Ya, selamat berjuang Pesiar dan Isal, berikan kontribusi terbaik kalian dalam peran apapun yang akan kalian jalankan nanti :’)

Dan untuk teman-teman PSSK, mari kita berikan yang terbaik untuk mendampingi kepemimpinan Ketua PH dan Hima kita.

Dari kita, untuk kita. Semangat dokter-dokter masa depan !

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: