Nisrina Sudah 2 Tahun, Lho


Namanya Nisrina Salsabila. Adik sepupu super mungil yang suka bersekongkol dengan kakaknya, Raihana, untuk mengganggu saya tidur.

Katanya, Nisrina berarti bunga mawar putih, saya sendiri belum mengecek kamus bahasa Arab untuk memastikan itu. Salsabila adalah mata air surga. Jadi, kalau digabung, bunga mawar putih (yang tumbuh dengan) air mata surga.

Dia suka menyebut dirinya “Nina”. Dulu saya sempat pusing dengan panggilan apa yang akan saya berikan. Otak ngaco saya memanggil dia “Nisrido” tapi alangkah malangnya kalau pada akhirnya gadis kecil ini dipanggil “Rido”. Saya menyerah. Saya enggan memanggil dia “Rina”, “Salsa”, atau “Bila”, apalagi “Sabil”, masalahnya saya tidak tahu kenapa. Alhamdulillah Nisrina dengan cerdasnya menyebut dirinya sendiri sebagai “Nina”. Kasus ditutup. Saya bisa bernapas lega sekarang (?)

“Ini siapa?”

“Nina”

Dan saat Nisrina menyebutkan namanya, kalian harus membayangkan suara mungil seorang gadis kecil yang lembut dan jernih didengar. Sejujurnya, setiap kali Nisrina berbicara, suaranya selalu begitu.

“Iiiibuu. Aaayaaah. Tata Haanaa. Teeteeeh. Uuumiii. Piiipaaah.”

Aaaa. Gimana nggak gemes cobaa.

Ditambah pipi gembilnya, mata biji lecinya (ini adalah frasenya Tere Liye, tapi mata Nisrina memang seperti biji leci, hitam mengkilat. Atau semua orang Indonesia begitu ya?), rambut ikal panjangnya (sebenarnya saya ingin memotong rambutnya sedikit, kasihan kan gadis kecil lincah ini jadi cepat merasa gerah. Tapi apa daya, saya tidak berbakat menjadi agen pemotong rambut).

Gimana nggak gemes cobaaa.

Nisrina tidak pernah menolak dirinya untuk dipeluk. Pun kadang dia berteriak-teriak, “Nggak mau”, dia tidak benar-benar memberontak. Nyatanya, memang sangat menyenangkan memeluk seorang anak kecil. Merasakan tubuh mungilnya bergerak-gerak lembut dalam lingkaran lenganmu. Ya, Rasulullah pun suka memeluk anak-anak :’)

Nisrina memang tidak berkulit putih seperti di iklan-iklan, meski namanya bunga mawar putih. Tapi, siapa peduli? Memangnya indikator istimewa atau tidaknya seseorang ditentukan warna kulitnya, hah? Nisrina benar-benar cantik. Hatinya seperti mawar putih. Itu lebih penting. Jelas.

Nisrina memiliki empati yang tinggi. Tidak tega melihat orang menderita, pun hanya jari kaki saya yang sedang diplester. Dia tidak akan lepas bertanya, “Ini apa? Luka ya? Sakit ya?” dengan intonasi nada bernyanyi lembutnya dan cadel khas anak-anak.

Ya, begitulah.

Salam kenal dari Nisrina hari ini, 2 Februari. Nisrina genap berusia 2 tahun, kakak-kakak :’)

Do’akan Nina jadi anak sholihah yaa.

 

p.s. : saya tidak akan menyertakan fotonya, nanti kalian ngefans. Nisrina Fans Club sudah cukup ramai, terdiri dari ibu-ibu tetangga, anak-anak TK, guru-guru TK, dan saya sendiri sebagai juru bicaranya (memang ada?). Terima kasih do’anya.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: