Tutorial: Catatan Anggota Kawanan


Pada masa awal angkatan saya memasuki kuliah, ‘pembagian kelompok tutor’ menjadi salah satu ‘kesenangan’ kecil kami.

Ceritanya begini, petualangan belajar kami dalam satu sistem (misalnya, sistem Fundamental Basic Science, Reproductive, Cardiovascular, kalau di universitas lain, sistem ini disebut blok) hampir seluruhnya dijalani bersama delapan hingga sebelas anak yang sama.

Kawanan-kawanan kecil itu disebut kelompok tutorial.

Setiap kali sub bagian pendidikan fakultas kami me’release’ pembagian kelompok, maka kami, satu angkatan, akan berdengung heboh seperti lebah. Seketika peristiwa ini menjadi trending topic versi kami di twitter, facebook, atau sekadar obrolan mulut ke mulut.

Ada yang merasa beruntung karena sekelompok dengan para ‘dewa-dewa’ akademik (sesungguhnya saya tidak suka dengan sebutan ini, jelas kan, tidak ada Ilah yang haq selain Allah, tapi begitulah mereka menyebut orang yang cemerlang dalam hal akademik). Ada yang mencibir karena sekelompok dengan orang yang tipikal terlalu santai (kalau tidak bisa disebut malas, hei, tentu saja tidak ada orang yang malas di sini, kamu bisa lihat sendiri saat kami akan menghadapi ujian).

Kelompok tutorial ini memang dinilai cukup krusial.

Kerja tim calon-calon dokter dimulai dalam kawanan ini. Tiga kali dalam sepekan, kami diberikan sejumlah kasus terkait sistem yang kami jalani untuk mempelajari berbagai hal. Misalnya, pada sistem Cardiovascular, salah satu kasus yang kami peroleh adalah penyakit akibat kelainan jantung bawaan. Itu artinya, kami harus mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan kelainan jantung bawaan, mulai dari yang normal (misalnya embriologi dan anatomi jantung), perubahan-perubahan abnormal yang terjadi, hingga pengobatan dan manajemen yang harus diberikan pada pasien tersebut.

Masih belum bisa membayangkan berapa banyaknya?

Ya, anggaplah begini. Kami harus mendalami materi dari buku anatomi, embriologi, histologi (ilmu tentang jaringan), fisiologi, serta buku-buku klinis terkait. Satu buku tidak pernah cukup, kawan. Maka, untuk membantu efisiensi kami dalam belajar, kawanan-kawanan kecil itu membreak down materi-materi tersebut menjadi tugas individu. Tentu saja, semua harus belajar semua. Hal itu selalu ditekankan oleh dosen-dosen kami tercinta. Namun, kami memang harus berjuang untuk itu, pun saya.

Jadi, masing-masing orang mendapatkan tanggung jawab untuk mempresentasikan salah satu materi, lengkap dengan setiap bahan presentasi dan handout yang akan diberikan pada anggota kawanan. Beberapa kelompok lainnya memilih sistem acak dalam hal presentasi ini sehingga semua orang harus siap.

Perjuangan menjadi dokter itu memang perlu ketekunan dan kesabaran, sobat.

Apapun itu, kelompok tutorial memang sangat membantu proses belajar kami. Maka, pada fase-fase awal, kami sering berdo’a agar mendapatkan kelompok yang bisa mendukung kegiatan belajar satu sistem ke depan.

Mereka yang suka belajar sendiri merasa tidak terlalu bermasalah mendapat kawanan seperti apa.

Mereka yang periang berharap mendapatkan anggota kelompok yang bisa diajak asik.

Mereka yang pendiam berharap mendapatkan anggota kelompok yang tidak mengusik mereka.

Yah, lazimnya kamu mengharapkan teman seperjalanan yang menyenangkan versi kamu.

Saya sendiri mulanya juga ikut berdebar-debar, saya selalu ketakutan mendapatkan kelompok yang tidak menyukai diskusi di dalam kelas (ah ya, apakah saya mulai berlebihan? Abaikan kalau begitu). Menyimpan pertanyaan tentang sesuatu yang sepenuh hati memancing rasa penasaran itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi ya, kita tidak bisa mengandalkan orang lain. Saya menyukai setiap kelompok yang saya masuki. Terlebih saat saya menyadari bahwa cara belajar saya yang paling efektif adalah melalui membaca dan menulis. Mendengarkan saja tidak cukup. Ada sisi lain yang saya suka, kelompok tutorial ini memberikan teman-teman baru yang bisa saya kenal lebih jauh.

Saya tidak keberatan.

Begitulah. Pada akhirnya, angkatan kami mulai kehilangan ‘kesenangan’ ini.

Kami memang harus siap bekerja dengan siapa saja. Selain itu, kami harus siap memberikan yang terbaik dalam setiap kelompok yang kami masuki. Baiklah, yang saya masuki.

Bagi saya, kelompok tutorial ini adalah salah satu investasi kebaikan.

Siapa tahu, apa yang saya presentasikan di hadapan anggota kawanan saya bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Itu amal jariyah, kan? Sayang kalau dilewatkan.

Iya, semangat ! Bismillaah.

Satu tahun menuju dokter muda. Oh ya, semoga Allah memberikan kelompok terbaik untuk saya sekarang dan nanti :’) Untuk kita semua.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

1 Comment

  1. ah, aku bersyukur banget dapet kelompok tutorialku yg sekarang kak. ada cerita teman yang dia itu merasa diremehkan sama temen tutorialnya karena mungkin yaa…gak secemerlang temen2nya di kelompok itu. Alhamdulillah anak2 kelompokku suportif dan mau kerja sama dalam berbagai hal, semoga dapet kelompok yang asik terus, aamiin 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: