“Apa yang kamu baca akan memengaruhi cara kamu berpikir.”

“Kau membicarakan novel-novel itu?”

“Sebagian besar ya. Kamu mulai bersikap menyebalkan, hidup bukan hanya untuk kamu bincangkan. Tidak juga hanya tentang apa yang kamu rasa.”

“Maksudmu? Kamu tahu, kamu juga mulai bertindak menyebalkan.”

“Oke, terserah menyebutku apa, tapi aku memang harus memberitahu ini. Kamu harus hidup di dunia nyata. Kamu kejar mimpi-mimpi kamu. Kamu rancang strategi seolah-olah kamu mau menghadapi peperangan paling berani. Berhentilah bersembunyi dalam imajinasi. Hadapi ! Jalani ! Kamu tidak bisa hanya berangan-angan tanpa melakukan.”

“…”

“Aku tidak akan meminta maaf karena mengatakan ini. Pikirkan saja kata-kataku.”

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: