Bukan Peter Pan


Mungkin aku seharusnya menjadi guru TK saja. Bermain bebas dengan anak-anak. Bernyanyi riang. Tersenyum lebar menyambut mereka datang. Bercerita dengan ekspresif tentang kisah-kisah mengagumkan. Menggenggam tangan mereka saat mengantar pergi ke lomba. Berlutut dan mengusap wajah mereka saat mereka menangis.

Hal itu dulu tak pernah terpikirkan. Pun sekian lama TK berada di samping rumah, aku tidak pernah bermimpi menjadi seorang guru TK. Aku menyukai anak-anak, tapi tidak pernah melintas di benak sejauh itu. Tidak untuk kujadikan target utama pemilihan jurusan kuliah, bahkan tidak juga yang terakhir.

Kemudian, setiap bagiannya mulai menjadi jelas. Dunia anak-anak semakin tampak menjadi bagian dari duniaku. Saat teori-teori rumit, istilah-istilah yang membuat dahiku mengernyit, atau segala hal dengan tingkat kesulitan tinggi mulai memasuki keseharian studiku, aku malah menjadi sadar bahwa kesukaanku bukanlah sebuah kebetulan.

Orang tuaku dulu merintis sebuah TK Islam di komplek kami, kemudian SD Islam. Aku besar di lingkungan guru. Ummi. Om. Tante. Hampir seluruh orang dewasa di sekitarku adalah seorang pendidik. Aku terbiasa menyaksikan bagaimana mereka berinteraksi dengan anak-anak. Entah ada korelasinya atau tidak, setiap kali ada anak-anak di sekitarku, mereka cenderung menempel padaku karena kecocokan kami.

Ayo kita main boneka.

Nyanyi yuk.

Mau gambar apa?

Kakak punya cerita lho, mau dengar?

Eh, kucingnya lucu.

Kok bebek tidak bisa melompat ya?

Siapa yang menciptakan langit, ya? Allah.

Kadang keadaannya bahkan terbalik, mereka yang akan gemar mencubiti wajahku karena gemas, atau menertawakan lakonku yang menurut mereka lucu.

Pernah aku curiga, jangan-jangan ini gejala Peter Pan Syndrome. The ‘Peter Pan Syndrome’ affects people who do not want or feel unable to grow up, people with the body of an adult but the mind of a child. They don’t know how to or don’t want to stop being children and start being mothers or fathers. Tapi setelah ditilik, tidak juga. Aku bisa berpikir dewasa, bahkan beberapa orang menilai cenderung kritis. Aku bisa melaksanakan tanggung jawabku sesuai yang diharapkan, misalnya sebagai mahasiswa. Kekhasan dari Peter Pan Syndrome adalah ketidakmampuan mereka dalam menerima dan menjalani tanggung jawab. Alhamdulillah, ini bukan kelainan.

Jadi, kalau bukan sesuatu yang negatif, bagaimana aku menilai sisi diri yang berbeda ini?

Sekarang, aku mulai berpikir melibatkannya dalam ranah keprofesianku.

Allah telah memilihkan setiap keadaan ini untukku, jadi Allah pasti telah menyediakan tugas istimewa untuk kujalani.

Memang, aku tidak pernah bisa serumit teman-temanku dalam hal politik, misalnya. Bukan, bukan artinya politik itu buruk. Aku tidak setuju juga politik yang seharusnya bisa dioptimalkan dengan baik untuk kebermanfaatan dalam spektrum besar, dipandang negatif lantas ditinggalkan oleh orang-orang yang baik dan kompeten.

Sepertinya aku dilahirkan untuk sebuah tugas lain yang  tampak ‘lebih’ sederhana, tapi tidak kalah penting dari itu. Aku ingin melibatkan diri dalam dunia kesehatan dan pendidikan anak-anak.

Setiap orang perlu mengisi posnya masing-masing.

Aku bukan guru TK sekarang, tapi berbuat untuk dunia yang kusukai ini tidak terbatas di sana, kan?

Mari kita telaah lebih jauh.

 

p.s. : Ini juga untuk Kak Minda dan Yaya. Ayo kita bekerja sama nanti :’)

 

“Yaya sadar, banyak orang yang tidak mengikutsertakan passion-nya dalam pekerjaan mereka. Makanya pekerjaan menjadi sesuatu yang membosankan dan melelahkan. Kalau Yaya dan Fifah punya passion di sini, kenapa nggak kita kembangkan? Nanti, kita susun jalannya sama-sama.. apa yang harus kita siapkan sekarang. Apa yang harus kita pelajari. Oke?”

Aku ingin bekerja dengan akal dan hatiku, sekarang dan nanti.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: