Untuk Setiap Ujian


Masuk kedokteran itu berat, tapi bagian terberatnya adalah saat kamu menyadari itu berat dan terlalu pasrah untuk berbuat apapun.

Stuck.

Nur, perjuangan itu ada untuk disyukuri.

Perjalanan ini ada untuk dinikmati.

Rintangan ini ada untuk dihadapi.

Langkah kecilmu jauh lebih berarti dari renungan paling mendalam sekalipun. Waktu berharga, hei ! Perbedaannya, yang pertama membawa perubahan, yang kedua hanya memberi kepuasan pikiranmu. Pembenaran, apalagi? Berputar-putar dalam prasangka pribadi, marah, meminta maaf. Minta maaf nanti, kalau semua sudah selesai. Itu aturan mainnya.

Ini bukan semata pilihanmu.. saat Ia izinkan sesuatu terjadi, ini adalah pilihan-Nya untukmu. Pilihan-Nya.

La in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid.

La in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid..

La in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid…

Wasykuruu ni’matallaahi in kuntum iyyaahu ta’buduun.

Menjadi dokter adalah bentuk ketaatanku pada Allah.

Untuk setiap taat, ada ujiannya kan, Nur?

Untuk setiap ujian duhai Robb, selimuti kami dengan cahaya-Mu.. kuatkan kaki kami, tegarkan hati kami, jernihkan akal kami, berkahi langkah kami.. Aamiin.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. Untuk Setiap Kesempatan, Alhamdulillah « Catatan Pengembara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: