Dia Sedang Memberimu Pertanyaan


Dia sedang memberimu pertanyaan, “Apakah kamu belajar sekadar untuk nilai atau belajar untuk mencari ridho-Ku?”

Jika visi itu jauh, tinggi, melesat bersama cita untuk berjumpa dengan-Nya,

maka nilai yang sedang menemui titik menurunnya tidak boleh membuatmu putus asa.

Jika mimpi itu hanya sebatas angka di atas kertas,

pertahankan saja wajah sedihmu karena setitik kecewa.

Manakah yang lebih baik menurutmu?

Mana yang lebih kau cintai?

Ketahuilah bahwa kemuliaan ilmu tidak terkungkung dalam kemelut angka. Ia ada pada perjuangan, kesungguhan dan keberkahan dalam menelusuri perjalanannya.

Dia sedang memberimu pertanyaan, “Apakah kau ikhlash menjalani semuanya?”

Tentang lelah yang sesekali menyapa, tentang tangis yang sering tertahan–atau sesekali tersisip di kesunyian, tentang segala rasa yang memenuhi rongga dada..

Apakah kau sudah memurnikan kehidupanmu untuk-Nya?

Hingga segala cerita pertama-tama terbisik mesra berdua dengan-Nya,

atau segala rasa tercurah untuk menghamba pada-Nya?

Alangkah indah saat keinginanmu adalah keinginan-Nya..

Alangkah damai hati yang selalu rela dengan ketetapan-Nya..

Bukankah seorang Kekasih tak akan rela menyakiti yang dikasihi?

Dia sedang memberimu pertanyaan untuk kau jawab dalam setiap desah napasmu.

Sayangku, jawabannya tak hanya kalimat-kalimat indah yang keluar dari lisanmu atau tulismu,

ia harus berupa amal nyata.

Maka bersegeralah, cinta..

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: