Cilukba


Mimpi saya sudah sampai di mana?

Masih tentang anak-anak yang berlarian ceria, kadangkala mereka bertengkar, tapi setelah itu senyum setia kembali isyaratkan persahabatan. Saya ingin anak-anak negeri saya tumbuh dengan kadar kanak-kanaknya. Yang disenandungkan bukan lagu ‘cinta’ versi dewasa yang kenyataannya bukan cinta sejati. Yang diobrolkan bukan film-film ngawur nan tega. Yang diributkan bukan mau punya pacar, aduh bocah-bocah menggemaskan.. masa kanak-kanak kalian terlalu istimewa untuk disibukkan hal-hal seperti itu.. Nanti, bahkan saat kalian tumbuh dewasa, kalian tidak boleh hidup hanya untuk diri kalian sendiri. Hiduplah untuk Yang Maha Hidup, hiduplah untuk berbagi dengan makhluk-makhluk hidup lainnya. Nah, itu baru cinta sejati.

Kenapa tidak jadi guru aja? Dulu Ummi sering menyarankan, “Kakak jadi guru aja, toh Kakak suka mengajar.” “Kakak cocok lho jadi guru, anak-anak sering nempel kalau lagi main sama Kakak.”

Saya nyengir. “Tapi mau jadi dokter juga, Mi..”

Dunia pendidikan anak-anak itu sangat indah. Dunia kesehatan juga penuh banyak romansa (?), hm, maksudnya penuh cerita-cerita indah juga.

Mimpi saya sudah sampai di mana?

“Kenapa Kakak mau jadi dokter?”
“Karena aku ingin bermanfaat dengan mengoptimalkan potensiku, Mi..” Karena nggak enak kalau lagi sakit.. sholat bisa sambil nangis dan pusing. Karena nggak masuk sekolah itu sepi rasanya.. Karena obat-obat yang sering aku minum itu bikin ngantuk di kelas.  Karena lorong-lorong rumah sakit itu sepi.. Karena sehat itu nikmat yang luar biasa, Mi.. Karena rasanya bahagia kalau bisa ketemu Ummi lagi setelah Ummi masuk ruang operasi. Karena aku suka biologi.. Karena aku punya banyak kecintaan di sana.. Karena aku suka Ibnu Sina dan cendekiawan-cendekiawan muslim lainnya..

Saya merasa di sinilah dunia saya.

Mimpi pun bertambah.

Anak-anak yang sehat. Ditambah ibu dan ayah yang sehat. Ditambah kakak adik, sepupu, tetangga, teman bermain, orang-orang yang sehat. Ditambah kakek nenek yang sehat. Betapa bahagianya bisa berbagi sehat.

Rumah sakit akan menjadi rumah sehat. Setiap orang bisa beribadah dengan baik. Ayah-ayah akan bisa berjuang melahirkan karya lebih besar. Para ibu akan memeluk anak-anaknya dengan senyuman hangat. Anak-anak akan bermain dan belajar dengan suka cita.

Mimpi pun berkembang.

Tapi kadang mimpi itu berterbangan, atau iseng bermain petak umpet dengan sang perancangnya.

Nah nah. Cilukba. Ketemu. Jangan pergi lagi, ya.

Ayo kita jalani petualangan ini bersama-sama. Insya’Allah bisa.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. mah.. mimpi kita gak jauh beda

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: