Opat (Empat yang Sepuluh)


Siang ini diisi dengan super beda.

Putar otak dengan cepat mau bikin momen perpisahan seperti apa. Tadinya mau beli bros versi formal di salah satu toko, tapi berkat ide Kak Urwah dan Teh Alvi (yang aslinya sedang ngobrol dengan serius), akhirnya saya beli pin yang warna warni dan yang saya suka di Jatos (maaf ya agak-agak over ‘unyu’ penampakannya). Lantas langsung cabut ke kampus dengan notabene janjian mentoring jam 12.10.

Pukul 12.11 tepat saya tiba di teras A6, sesuai perjanjian di SMS. Oke, lewat 1 menit.

Sebetulnya saya antara siap dan tidak siap mengadakan pertemuan ini. Saya tahu ada waktunya hal seperti ini akan terjadi, apakah saya pindah ke Bandung karena koas, atau karena hal-hal lainnya. Tapi hati saya akhirnya berkata jujur, “Ya Allah, saya sudah begini sayangnya sama mereka..”

Opat namanya. Kelompok mentoring berisi gadis-gadis super FK Unpad angkatan 2011. Asal mula nama Opat adalah wujud keputusasaan ide nama kelompok saat kami perdana bertemu. “Opat aja Teh, kita kan kelompok 4, bahasa Sundanya empat itu Opat.”

Oke. Saya mengernyit. Berharap namanya agak nyentrik sedikit gitu, misalnya Power Puff Girls (haha, tambah aneh), syukurlah adik-adik mentoring saya jauh lebih jenius daripada saya. Lagipula PPG kan anggotanya hanya 3, nanti repot toh kalau pada mau rebutan jadi Blossom, Bubbles, atau Buttercup.

Jadilah Opat. Fix. Semua setuju. Bahasa jarkom kami agak-agak maksa, saya menyebut mereka Opat-ers, semoga bukan westernisasi bahasa. Hm. Lanjut.

Siapa saja tersangka-tersangka yang ada di sini?

Mulanya ada saya dan Mbak Wulan, duo yang sering heboh timbal balik saat mulai mentoring.

Lalu gadis-gadis penuh warna (?) bernama Alya, Lastri, Pitri, Arani, Ridha, Riezky, Shindy, Rahmi, Aisyah.

Tempat kumpul kami berkisar antara Bale-Kampus-Bale (lagi)-Kampus (lagi). Beberapa kali berusaha pindah basecamp, tapi belum pernah terwujud karena keterbatasan waktu.

Kemudian terjadi beberapa perubahan.

Masuklah 2 gadis keren lainnya, Ensa dan Adin. Bertambah ramailah kelompok yang kalau datang silih berganti orangnya (?), ya katakanlah langka sekali full-teamnya.

Alya sang pejuang P&K , yang begitu totalitas dengan mabimnya (keren banget Aaal), sampai-sampai beberapa kali melontarkan, “Hidupku dipenuhi Mabim, Teh..” Hoho. Semangat sayang :*

Lastri sang pejuang Kaderisasi Asy Syifaa’, yang selalu membuat heboh kelompok, selalu alamiah tanpa dia sadari, haha. Kadang kalau saat mentoring berbarengan dengan kumpul Kaderisasi, dia rela bolak balik sampai saya menyimpulkan Lastri tidak pernah kehabisan energi untuk berbuat kebaikan :’) Semangat juga yaa..

Pitri sang putri pecinta Keputrian Asy Syifaa’, yang secara sadar membuat kesimpulan, “Bahkan aku lebih dewasa daripada Teteh.” Boleh, boleh.. Kedewasaan itu banyak warnanya kok =) Selalu ada cerita baru dari Pitri yang paling perhatian ini. Semangat selalu !

Rani sang agen Media Asy Syifaa’ yang wajahnya selalu jenaka. Penggila buku dan sepakat bahwa berteriak antusias saat melihat buku bagus itu adalah hal alamiah. Jangan lupa makan, yaa, nanti Ayah sedih, lho. Hehe.

Ridha dan Iki sang kembar siam. Heboh lengkap berdua. Paling suka hal-hal ceria. Semangat ya Kastil dan PKMnyaa.

Shindy yang lembut. Kalau saya tebak, dia paling jago nyanyi di antara kami semua (haha, ini mah nggak usah ditanya deh, beda banget dengan saya sang pemilik nada datar). Penyimak setia dan selalu tersenyum. Semangat Shindy, jangan pernah ragu menjadi seorang pembelajar :’)

Rahmi yang kalem. Hidup penuh dengan kedamaian. Iya nggak Mi? Haha. Termasuk geng Kaderisasi Asy Syifaa’. Semangat ya Mii, ayo berjuang menjadi muslimah yang bermanfaat.

Aisyah yang selalu dirindukan. Semoga Allah senantiasa menjaga Aisyah ya, peluk dari jauh :’)

Ensa yang selalu ceria, ceria dan ceria. Seru lho cerita-cerita sama Ensa, sampai nggak sadar sudah Maghrib dong. Semangat sayang belajarnya, kalau kita sungguh-sungguh, insya’Allah akan ada kemudahan.

Dan..

Adin yang pertanyaannya selalu cerdas (dan Adin pun berkomentar, “Saya jarang nanya kok, Teh”), haha. Tatapan matanya pun cerdas. Gubrak. Semangat ya Diin, calon pemimpin besar di masa depan. Aku nggak akan kaget kalau beberapa tahun lagi aku baca koran dan menemukan nama Adin sebagai Menteri Kesehatan =)

Ya Allah, mudah-mudahan kedekatan kami nggak hanya di dunia.

Mudah-mudahan kami bisa bertemu lagi di surga-Mu..

“Kalau di surga nanti, curhatnya mah nggak ada curhat yang sedih-sedih ya? Semuanya bahagia.”

Semangat terus adik-adik sayang.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberkahi setiap langkah kita. Selamat belajar menjadi seorang muslimah yang selalu bersemangat untuk jadi lebih baik :’)

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya..”

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: