Terlalu Mahal


Aku lelah dengan kesemuan.

Harapan pada ia yang makhluq.

Cinta pada ia yang tak punya daya.

Pikiran tentang ia yang ciptaan.

Kepura-puraan untuk tampak baik di hadapan orang lain.

Dusta tanpa sadar, hati berteriak minta tolong, hentikan, hentikan.

Allah, merdekakan aku.

Engkau satu-satunya sandaran hati, jiwa, raga, pinta, cinta !

 

Nona, hidup ini terlalu mahal untuk diisi dengan yang sia-sia.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: