Menulis Kisah Menulis (bagian 2)


Teh Alma: “Kalau ditanya, kamu ingin menulis tulisan seperti apa, apa jawaban kamu?”

Saya: “Tulisan tentang medis, Teh. Karena kedokteran adalah dunia yang kupahami, paling tidak, lebih daripada bidang lainnya.”

Teh Alma: “Versi ilmiah atau populer?”

Saya: “Keduanya, Teh. Aku ingin menulis jurnal ilmiah, juga tentang kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.”

Saya: “Ketiga, sastra. Hm, aku juga mau menulis tentang kehidupan Teh. Yaa, semacam Chicken Soup begitu, deh.”

Bercerita tentang hal-hal sederhana saat orang-orang di sekitar saya membicarakan hal-hal rumit dan serius, kadang ingin seperti mereka sih, tapi belum pernah berhasil. Bagi-bagi tugas ya? :’)

Teh Alma: “Oke..”

Saya: “Satu lagi, Teh !”

Teh Alma: Tersenyum. “Apa lagi, Fifah?”

Saya: “Aku mau nulis cerita anak-anak.”

Seriuuus, ini nggak ngikut-ngikut Kugy di Perahu Kertas-nya Mbak Dee ya. Jauh sebelum itu, keinginan ini memang sudah ada. Beneran.

—–

Saat kamu menetapkan hati untuk menekuni kegiatan menulis, tentukan dulu tulisan seperti apa yang akan menjadi kamu banget.

—–

Jadi? Sekarang, mari jalani dengan ketekunan yang lebih, keseriusan yang lebih, pembelajaran yang lebih !

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: