Melankolis, Saya dan Melankolis


Pernah membaca buku Personality Plus-nya Florence Littauer? Buku ini mendeskripsikan dan mengklasifikasikan kepribadian dasar manusia menjadi 4 tipe utama : Koleris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis.

Saya nggak mau cerita tentang 4 tipe utama itu sih, banyak kok yang sudah membuat posting mengenai Koleris-Melankolis-Phlegmatis-Sanguinis. Yang jelas, buku sejenis ini kadang diperlukan untuk dapat mengenal gambaran umum mengenai manusia. Gambaran khususnya, yaa, sangat sangat sangat super bervariasi. Kalau teman saya dari fakultas psikologi, berujar begini, “Kepribadian seseorang itu sebenarnya tidak bisa disamaratakan. Ada faktor-faktor berbeda yang memengaruhi terbentukya karakter setiap individu, misalnya, lingkungannya, pengetahuannya, bagaimana didikan yang ia terima semasa ia tumbuh.” Jadi, buku-buku seperti ini, anggaplah sebagai modal dasar untuk mengetahui gambaran umum, superficial aja. Selain itu, ada precautionnya, jangan sampai jadi mengkotak-kotakkan dan membatasi diri untuk menjadi lebih baik karena membacanya. Misal, “Ah saya mah Phlegmatis, memang sering banget kehilangan motivasi. Wajar lah saya begini..” atau “Saya kan Melankolis, saya memang nggak pernah bisa bahagia.. Kehidupan ini terlalu kejam pada saya.”

Hei, yang menentukan kehidupan yang seperti apa yang ingin kamu jalani itu kamu, bukan klasifikasi versi statistik manusia !

—–

Nah, jadi sekarang saya mau mulai cerita. Terakhir kali saya iseng mengisi tes pembagian kepribadian ini, urutan hasil terbanyak saya adalah Melankolis (29), Phlegmatis (9) dan Koleris (2).

Masalahnya, saya sedang tidak mengerti bagaimana saya harus menjadi teman bagi teman saya yang notabenenya juga Melankolis sekarang (oke, kalimatnya berputar-putar). Saya ingin ia mengerti bahwa hidup tidak seberat yang dia pikirkan, bahwa hidup tidak boleh dimonopoli oleh suatu masalah.. bahwa kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.

Bahwa hidup ini harus dihadapi, bukan hanya dipikirkan.

Bahwa kita harus bisa memenangkan diri sendiri, karena waktu kita terbatas, karena kita nggak pernah tahu kapan kita meninggal.. kita nggak pernah tahu akan semenyesal apa kita saat ajal tiba, sedangkan kita dalam keadaan tidak siap, jauh lebih sesak dan menyakitkan dari apa yang kita rasakan sekarang. Jauh lebih menyiksa. Jauh lebih dipenuhi tangis dan teriakan menyakitkan dari diri sendiri.

Bahwa.. bahwa saya ingin dia bisa bangkit.

Kita memiliki pilihan untuk menjalani hidup dengan bahagia. Bahagia yang sesungguhnya.

—–

Setiap orang pasti punya luka. Tapi mereka juga punya pilihan untuk tidak merasa terluka.

Misalnya, saat kaki tersandung lalu terluka.. Ada yang memilih meringis dan menganggap dirinya menjadi orang paling malang di dunia, menjadikannya alasan kemurungan sepanjang hari. Ada yang memilih menatap lukanya, meringis sedikit, lalu bersegera mencari obatnya agar luka itu tidak menjadi hal yang menyakitkan, membalutnya dengan perban, lalu segera berjalan lagi untuk mengisi harinya yang berharga.

—–

Pada akhirnya, seingin apapun saya ia mengerti, setiap keputusan kembali pada dirinya sendiri. Seingin apapun saya ia bisa menjalani hidupnya dengan ringan, setiap langkah yang akan ia ambil adalah keputusan pribadi. Setiap respon yang ingin ia ambil adalah pilihan pribadi.

Saya akan tetap berdiri di sisinya. Selebihnya, ia yang bisa menentukan seperti apa hidup yang ingin ia jalani. Seperti apa ia ingin memilih langkah di jalan yang ia tapaki.

Semoga Allah melembutkan hatinya. Semoga Allah menguatkan hatinya.

—–

Saya sayang kamu karena Allah.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: