sampai pulang


Kamu itu kadang suka nangis, tapi nggak ninggalin pekerjaan kamu.

Kamu itu sering bilang nggak bisa, takut, tapi nyatanya bisa ngejalanin itu semua.

Kamu itu kalau kesel, nggak membuat kamu berhenti nyelesaiin tugas.

Kamu tahu kamu harus menyelesaikan sesuatu yang dikasih ke kamu dengan baik.

(‘aku sosial’ dari Kak Urwah, Kak Minda dan Pusfa)

—–

Rasa takut itu ada, anggaplah fisiologis pada tipe anomali seperti kamu. Atau memang semua orang begitu? Yang patologis, saat kamu turuti pikiran-pikiran negatif itu, membuat kamu nggak berlaku adil, membuat kamu nggak berlaku proporsional, membuat kamu berhenti.

Alasan untuk berhenti itu bukan karena perasaan, bukan karena pikiran, tapi karena waktu, jika memang sudah benar-benar habis.

Batasnya jelas. Sampai Allah menjemput kamu pulang.

—–

Rasa takut ada, agar kau resapi hanya Allah Yang Maha Kuat,

agar kau sesapi ada Ia tempat hati bersandar.

Tangis itu tanda lembut hati.

Setelah itu tegar menghapus air mata, lalu sabar menggamit tangan untuk melangkah menuju-Nya.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: