Allah, Kami Rindu


Tiga hari ini Allah beri saya kesempatan khusus untuk mengistirahatkan diri.

Merefleksikan kehidupan saya yang melompat-lompat ke sana kemari.

Istirahat terbaik adalah bersama Al Qur’an. Damai. Sejuk. Meneguhkan.

Mau lari ke mana pun, nggak akan ada yang bisa ngalahin damainya lari ke Allah.

Mau baca buku se’best-seller’ apapun, sebagus apapun endorsement-nya, nggak akan ada yang bisa ngalahin istimewanya Al Qur’an.

Sebaik apa interaksi saya dengan Al Qur’an?

Sesungguh-sungguh apa usaha saya untuk mengakrabkan lisan, hati dan akal dengan firman-Nya?

Sejauh mana saya mencintai dan mengamalkan Al Qur’an?

Kebahagiaan hidup nggak akan sempurna tanpa-Nya, bahkan kesempurnaan hidup itu hanya bersumber dari-Nya. Logikanya, semakin jauh kita dari sumber cahaya, semakin sedikit cahaya yang kita terima. Mungkin itu mengapa kadang kehidupan terasa gelap, terasa sesak, karena saat itu kita sedang jauh dari Allah Yang Maha Cahaya, dari Allah Yang Maha Lembut dan Maha Cinta.

Sebesar apa perhatian saya untuk mempelajari dan mengamalkan referensi keselamatan dan kedamaian hidup, lengkap dunia-akhirat, komprehensif nggak ngerti lagi, total integratif dan sangat aplikatif, selalu relevan dan tidak ada keraguan di dalamnya?

Sesering apa hati saya bergetar karena mendengar nama-Nya disebut?

Allah..

Kuatkan, teguhkan.. Bimbing kami dengan lembut di jalan-Mu yang penuh cinta. Aamiin.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: