Pembuluh Darah dan Vasa Vasorum; Teruntuk Kakak-kakak Fasil Mabim


Banyak sekali hal yang terjadi satu pekan ini, sepertinya ini pekan terpadat yang saya miliki sepanjang kuliah (oh ya, saya tahu masa koas akan sangat jauh lebih banyak kejutan. Mari simpan banyak stok senyum untuk itu).

Satu hal yang saya garis bawahi, huruf tebal, cetak miring, dari peran bernama koordinator.

Koordinator <-> Koordinasi.

Koordinasi. Nggak sesederhana namanya, yang terdiri dari sepuluh huruf, entah empat atau lima suku kata. Nggak sesederhana penyebutannya yang cukup mudah (dibandingkan pronounce bahasa Perancis, ini lebih mudah kok).

Kalau bahasa luas dan versi seriusnya, community leader mungkin ya.

Nah, anggaplah ini simulasi sang community leader ini. Baru juga sekelompok besar mahasiswa, dengan tingkat pendidikan yang sama, alur kaderisasi pencetak yang sama, tingkat kesibukan yang kurang lebih sama secara durasi, ternyata perlu effort yang ‘mengharukan’ juga :”)

Kalau Ivan bertanya ke saya, “Fah, ada masalah nggak?”

Apa yang spontan saya pikirkan adalah, “Yaa, masalah mah ada aja, Van.”

Dan kasie saya itu manggut-manggut sambil memberi kesimpulan, “Insya’Allah ada solusinya, kan ya?”

Nah. Iya banget, itu kerasa lah. Allah bener-bener kasih saya dan teman-teman tim fasil saya yang keren (Dhiny-Arnova-Astika, aku nggak ngerti lagi, pengen peluk kalian seharian kalau bisa mah), kesempatan untuk mengasah kemampuan problem-solving. Saya yang kebanyakan jadi orang konsep selama ini, dipaparkan sedemikian banyak dengan tataran teknis yang ‘cilukba’, ‘kejutan’, ‘surprise’, dan akhirnya resmi jadi orang lapangan.

Persis di motor bareng Teh Juhe (Teh Fitri Psikologi 2008, hehe) tadi saat pulang dari Bale, Teh Juhe cerita tentang enam bulannya Dimas dkk untuk Prabu,

“Persiapan yang kayak gitu memang dengan kondisi kita kuliah bagusnya enam bulan Fah, dan ya yang penting dijaga banget flow panitianya.”

Paling nggak, saya punya separuh waktu seperti yang kabid saya jalani untuk Prabu Unpad tahun ini. Mabim itu tiga bulan :”)
Mau juga ngejaga flownya :3

Kalau hasil rumusan saya dan Arnova, salah satunya disebut sebagai unyu-things. Bagaimana kita membuat proyek yang panjang ini menjadi suatu proses yang menyenangkan.

Capek iya. Jenuh, kadang datang lah, ya. Tapi harus ada supporting system yang memberi supply rasa senang dan rela sepanjang perjalanannya. Tim fasil, sebagai agen-agen yang diamanahkan untuk itu, seperti vasa vasorum, bagian pembuluh darah yang memberi nutrisi untuk suatu arteri atau vena.

Fasil sekarang adalah arteri sekaligus vena. Pemberi nutrisi sekaligus memberi penilaian feedback atas apa yang sudah dihantarkan. Arteri dan vena juga sangat memerlukan nutrisi, itulah yang Allah amanahkan pada saya dan tim-saya-yang-keren.

Kembali lagi.

Koordinasi. Ini super random tulisannya, maafkan saya.

Vasa vasorum.

Komitmen, loyalitas. Totalitas, ikhlas.

Kalau saya bisa mengetakan dengan nada ter-unyu yang saya punya (unfortunately, saya lebih banyak punya nada serius -_-), saya sayaaang banget dengan fasil-fasil oppek dan mabim 2012. Tapi nanti fasil-fasil berkromosom XY akan merasa aneh bin ajaib (helloo, ini konteksnya aku sebagai Mami Fasil, lho ya).

Saya benar-benar kagum dengan keberanian dan kerelaan mereka untuk bergabung di keluarga fasilitator oppek-mabim 2012.

Saya benar-benar bahagia bisa bekerja sama selama 3 bulan ini bersama mereka.

Saya benar-benar ingin bahagia ini nggak berhenti di saya. Saya ingin mereka tahu bahwa mereka adalah orang yang memang dahsyat, nggak sekedar jargon yang selalu diteriakkan saat TOF-2. Saya ingin bisa bersama-sama mengakselerasi diri dengan amanah tiga bulan ini.

Three days for three months. Three months for three years. Three years for a doctor’s life-long struggle.

Kalau bahasa Kang Poundra, “Siapa tahu, dari adik-adik 2012, akan muncul menteri kesehatan Indonesia dari FK Unpad. Muncul orang-orang hebat, yang kita ikut serta berinvestasi dalam masa-masa perkembangan mereka.”

Karena kita peduli.

Kalau kata Teh Fulki, “Nggak ada fasil yang nggak capable. Seperti apapun kita sekarang (mungkin ada yang pemalu, ada yang lone ranger, ada yang sekarang mendapat amanah skripsi, berbagai keadaan internal diri kita sekarang), kita memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dibanding adik-adik 2012, dan kita jauh lebih dari mampu untuk membantu mereka melalui masa-masa inisiasi ini.”

Ingat hukum fisika tentang energi yang dibutuhkan suatu benda saat menginisiasi gerakannya? Energi yang diperlukan suatu benda untuk mulai bergerak dari titik nol-nya jauh lebih besar dibandingkan energi yang ia butuhkan untuk mempertahankan gerakannya. Bahkan, saat benda itu sudah bergerak, ia punya chance untuk mengakselerasi percepatan gerakannya.

Nah, fasil ada di sini untuk mendampingi adik-adik 2012 menjalani fase penting itu. Kita dibutuhkan :”) Benar-benar dibutuhkan.

Pernah baca novel Doctors (yang covernya biru dan bukunya tebal itu)? Alkisah sang tokoh utama adalah seorang mahasiswa baru di fakultas kedokteran Harvard University, Barney namanya. Di awal-awal bab dikisahkan bahwa Barney memiliki minat-bakat alami untuk menjadi seorang psikiater, jadilah dia sering memberikan konsultasi gratis untuk teman-temannya. Ternyata banyaaaak banget di antara mereka yang stress, bahkan katanya, setiap tahun ada beberapa mahasiswa baru yang nekat terjun dari kamar asramanya karena nggak kuat menanggung beban kuliah. Padahal, mereka jelas orang-orang yang terpilih kan, bisa masuk FK, Harvard pula. Maksud saya, secara kemampuan akademis dan kompetensi dasar, mereka punya itu.

Saya nggak ngebayangin sejauh itu juga, sih. Na’udzubillah, jangan sampai ada deh yang pakai acara terjun-terjunan dari Bale, nggak indah banget kan. Nggak keren, neraka menanti. Haha. Tapi, yang saya garis bawahi adalah, yang dibutuhkan dalam masa-masa kritis itu adalah seseorang yang peduli, yang memiliki peran sederhana tapi urgen untuk menemani mereka melaluinya.

Nah, berhubung jumlah adik-adik 2012 banyak, maka dibutuhkan 60 orang anggota keluarga yang bersinergis untuk menjadi kakak mereka. Makanya, fasil mabim dahsyat parrrah :”)

Satu hal lagi, yang perlu kita lakukan adalah menjadi diri sendiri. Setiap kakak harus menemukan titik ternyamannya dalam menjalankan perannya, karena dari sana kita akan mengeluarkan pencapaian terbaik. Nggak usah takut. Yang geng rame, kalian spesial dengan itu 🙂 Yang geng perenung, kalian istimewa dengan itu 🙂 Yang geng menengah (siluman rame-sepi, hehe), kalian hebat dengan itu 🙂

Di sini, kita akan bekerja sama menjadi pembuluh darah, lengkap dengan vasa vasorumnya.

Yuk berjuang sama-sama, kakak-kakak yang keren 🙂 Kita ada di sini, bersama-sama memberikan hal yang sederhana untuk sosok-sosok luar biasa. Karena kita semua dilahirkan untuk menjadi yang terbaik dalam segala potensi yang Allah berikan untuk kita !

Fasil mabiiim.. Dahsyat !

*pelukhangatdarisini* -> bagi yang berkromosom XX

*teriakansemangatbuatkalian* -> bagi yang berkromosom XY

Yes, we can !

 

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. laa hawla wa laa quwwata illa billah :_) semangat nur!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: