Pejamkan Lampu


Mata tak bisa memejam
Sunyi merayap,
keheningan yang selalu kau kenal semenjak kanak-kanak
Ada pertanyaan-pertanyaan,
yang sering datang,
yang sering hinggap,
yang meracau sesekali seperti melodi yang tak pernah terselesaikan
Ada harapan-harapan,
yang tumbuh rimbun memenuhi langit-langit
memadati ruang bersekat empat
Ada resonansi,
yang mengusik jasad untuk melepas lelah
Sunyi, lagi
Hening, lagi
Sepersekian detik berharap angin setidaknya bisa memecahnya
Sepersekian detik kemudian menikmatinya
Sepersekian detik kemudian, kehidupan berputar
Bola mata berputar
Goresan-goresan tangan tak berhenti menulis di udara
Setidaknya, kamu harus memejamkan lampu

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: