Mengistimewa


“Dia pasti seseorang yang istimewa,” nada itu mengandung senyum.

“Aku tahu,” ujarku.

Kita terdiam.

“Dia akan datang tepat waktu, pada skenario terbaik yang Ia tetapkan.”

Aku tersenyum.

“Hati kita akan dipenuhi syukur saat itu..”

“.. dan keindahan !”

Aku ingin tertawa mendengar nada antusias itu.

“Ya, sosok yang akan menjadi pemimpin bagi kehidupanmu. Ia yang akan berjalan di sisimu, mengajakmu menempuh langkah-langkah menuju surga. Menjalani hari bersama, menempuh pembelajaran-pembelajaran baru dengan sabar dan syukur. Menemani prajurit-prajurit kecil tumbuh. Menikmati kesederhanaan-kesederhanaan kehidupan dan memaknainya bersama.”

Angin berdesir lembut.

“Sebelum waktu itu tiba, Allah memberi kita kesempatan untuk menjadi sosok yang lebih baik. Sosok yang dekat dengan-Nya. Sosok yang istimewa untuk seseorang yang istimewa..”

Kita tersenyum. Senja menyemburat indah, seperti mengabarkan, “Keindahan yang sebenarnya ada ketundukan pada fitrah.. pada ketetapan yang Allah sukai.. dalam kesetiaan pada apa yang Allah titahkan.”

Keindahan yang tidak menyakiti. Keindahan yang tidak menjerumuskan pada murka-Nya. Oh, istimewa luar biasa !

p.s. : Barokallaahu Kak Regi, ini kado kedua untuk Kakak :’) “Dia sudah tiba.”

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. dr. Regi

     /  August 9, 2012

    Bismilllaah..

    Disaat segala kenikmatan syurga dirasakannya,
    Disaat segala tahta ditujukan untuknya..
    Disaat segala panorama indah tersaji hanya untuknya seorang,
    Namun Nabiyullooh Adam ‘alayhissalaam belum juga menemukan “kebahagiaan” yang sempurna sebagai seorang manusia,

    Sungguh besar arti sebuah cinta yang Alloh ta’aala semaikan kepada setiap pasangan manusia. Sampai segala kesenangan surga dan seisinya tiadalah mencukupi ketenangan dan kebahagiaan yang dirasakan Nabiyullooh Adam ‘alayhissalaam, sehingga Alloh lengkapi kebahagiaannya itu dengan didatangkannya Sang Isteri pujaan hati; Sayyidah Hawa ‘alayhassalaam. Benarlah firman Alloh ta’aala itu:

    ومن آياته أن خلق لكم م
    ن أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Arruum 21)

    Kita tersenyum. Senja menyemburat indah, seperti mengabarkan, “Keindahan yang sebenarnya ada ketundukan pada fitrah.. pada ketetapan yang Allah sukai.. dalam kesetiaan pada apa yang Allah titahkan.”

    Keindahan yang tidak menyakiti. Keindahan yang tidak menjerumuskan pada murka-Nya. Oh, istimewa luar biasa !

    Fiiki baarokalloohu adik ku fillaah, terimakasih atas kado terindah ini. Semoga kita semua mendapati kebahagiaan dan ketenangan yang haqiqi bersama dengan orang-orang yang kita cintai karena-Nya, aaaamiin… Alloohumma aaaamiin..

    Dari: Kak Regi dan suami tercinta.
    posting and written by: Zhilal ‘Adlin Fadhil ‘Abdullah ( suami tercinta).
    Fajar menyingsing, eh mulai posting, ehheheh.

    Alhamdulillahi alladzii bi ni’mati tatimmushshaalihaatu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: