Inhale


Bukan fakultas saya yang terkucil, tapi saya-nya yang belum mau mencari lebih banyak.

Saya-nya yang berkutat di lingkungan yang sama terus-terusan. Kalau kata Kak Ii, “Coba kamu banyakin shilaturrahim.” Kalau kata Kak Minda, “Fifah harus tahu dunia luar FK.”

Jadi, saya-nya juga yang ingin berubah. Sekarang.

Kalau kata Teh Alvi, “Introvert memang memandang dirinya sendiri sama luasnya seperti ekstrovert memandang dunia luar, tapi, setidaknya, orang-orang yang nggak self-centered itu bisa bermanfaat lebih besar buat orang lain.”

Dan penutup dari Teh Fitri yang membuat saya nyengir sambil merenung (bayangin deh itu gimana), “Belajar sungguh-sungguh dan mencintai apa yang Allah anugerahkan untuk Fifah, ya.”

Akhir pekan yang penuh inspirasi, kan?

Take a breath, inhale, exhale. Kalau bahasa biologi-nya, inspirasi itu saat kita menghirup udara dari luar untuk masuk ke dalam paru-paru. Inhale.

Advertisements
Leave a comment

1 Comment

  1. Skenario, Titik Belajar dan Berpikir Luas (sebuah cerita yang panjang) « Catatan Pengembara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: