#random #part16


Perempuan itu perasa, saya tahu. Hanya saja, kadar perasa itu berbeda-beda, juga kemampuannya mengelola itu, mungkin. Bagaimana memprioritaskan sejauh mana dia akan melibatkan kesehariannya dengan perasaan-perasaan itu. Sejauh mana dia memilih untuk terbuka pada masing-masing mereka.

Salah satunya, dalam hal memaafkan.

Ada banyak sekali alasan untuk tidak memaafkan orang lain. Saya sendiri memerlukan proses belajar yang cukup lama untuk itu. Pada tahun-tahun awal itu, rasanya melelahkan. Kemudian, memaafkan jauh lebih mendamaikan bagi saya. Berdamai membuat saya bisa lebih bebas menjadi saya yang jauh lebih baik, apapun yang terjadi pada saya sebelumnya.

Ada banyak sekali alasan untuk tidak memaafkan orang lain. Tapi, yang saya pahami dalam 19 tahun kehidupan saya, ada satu alasan besar kenapa saya harus memaafkan orang lain :

Karena Allah, yang sangat saya cintai, adalah Zat yang Maha Pemaaf.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: