Tertanda, Nur Afifah


Saya akan duduk di sini, dengan tenang.

Tersenyum pada kehidupan. Menjabat erat, akrab, dan saya tahu saya akan menghadapi apapun yang Allah inginkan itu terjadi untuk saya.

Saya tahu saya akan berusaha tetap tegak berdiri, walaupun kaki saya gemetar karena lelah. Saya akan tetap memandang ke depan.

Saya akan menjadi nahkoda yang berani, seperti nenek moyang saya, para pelaut Bugis. Badai pasti sesekali datang, tapi saya akan mempersiapkan diri menghadapinya dengan bekal-bekal yang Allah berikan.

Saya tahu saya akan banyak menjumpai kebingungan, tapi saya akan bertanya. Saya tahu lelah adakalanya datang, tapi saya ingin bersabar, sampai Allah menurunkan keridhoan-Nya atas apa yang saya perjuangkan di dunia.

Saya tahu saya bisa menjadi pemimpin sekaligus partner yang baik. Saya akan mengelola waktu saya seakan  waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Saya tahu saya akan sesekali melakukan kesalahan, tapi saya akan mengakuinya, meminta maaf, dan bergerak dengan berani untuk memperbaikinya.

Saya akan duduk di sini, dengan tenang. Dengan pikiran positif dan menyerap semangat untuk dibagi.

Saya tahu saya bisa menjadi cahaya, karena saya hidup untuk Sang Maha Cahaya. Saya tahu saya akan menghadapi segalanya dengan berani dan sabar, karena saya hidup untuk Sang Maha Kuat dan Maha Lembut.

Insya’Allah.

Tertanda, Nur Afifah

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: