Perlahan : Akselerasi


Saya tahu, saya sering berbuat salah.

Tapi, Allah, dengan keluasan cinta dan keagungan-Nya, adalah Zat yang Maha Pemaaf.

Saya ingin menjadi lebih baik.

Perlahan.

Mengakselerasi diri dengan progresif.

Saya seorang manusia, yang pasti memiliki sisi lemah. Saya merindukan teman-teman yang memahami bahwa di balik setiap kesalahan, ada keinginan yang kuat untuk memperbaiki diri. Saat kami saling tersenyum, atau sekedar menggenggam tangan untuk saling menguatkan. Saat mereka memberi tatapan maaf dan menepuk punggung tangan saya, “Tidak apa-apa.”

Mungkin, hampir semua orang sekarang berharap saya sudah dewasa, dan tahu bagaimana cara bersikap sesuai ekspektasi mereka yang tinggi. Padahal, saya sedang belajar dewasa dengan merenungi apa yang ingin saya pilih.

Kedewasaan memang pilihan yang harus diperjuangkan, kan?

Kalau saat ini mereka belum mengerti, saya selalu berdo’a, agar Allah melembutkan hati mereka. Hati saya. Hati kami.

Alaysallaahu bi ahkamil haakimiin.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: