​Seperti Itulah Hendaknya Kita Mengisi Hari.


Ada hal-hal yang membuat sesak karena sesal saat engkau terpekur di pagi yang sunyi..

Tentang kelalaian,

tentang apa yang engkau lakukan,

tentang apa yang tidak engkau lakukan,

tentang apa yang ingin kau perbuat dalam kehidupan,

tentang apa yang tak ingin kau catatkan dalam rekam jejak kehidupanmu oleh malaikat Raqib dan ‘Atid..

Saat sesak itu memuncak, dan membuatmu ingin berlari kepada-Nya..

Ketahuilah, bahwa hati yang bersedih karena kelalaian yang ia perbuat terhadap Allah, adalah tanda bahwa diri ini memiliki keimanan..

Ketahuilah, saat engkau tidak menyesali dosa-dosa kecil, maka kesalahan menyepelekan itu sesungguhnya lebih besar dari dosa-dosa itu sendiri..

Maka berlarilah kepada Allah.. Tatkala kau ingin lari, berlarilah pada-Nya.. Karena Ia memiliki ribuan, ah jutaan, miliaran, tak terhitung cinta dan ampunan untukmu..

Beristighfarlah. Mohon ampun pada-Nya. Pada Sang Pemilik Ampunan Yang Maha Luas..

Kemudian, bangun harimu dengan harapan dan tekad positif, untuk menjadi hamba yang dicintai oleh-Nya.

Isilah harimu dengan amal-amal yang akan membahagiakanmu di hari kemudian, tatkala diri ini berdiri di hadapan Allah untuk bersaksi.

Seperti itulah hendaknya kita mengisi hari.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: