Tiga Setelah Empat


Tebak apa, saya kangen sekali menulis. Akhir-akhir ini berseliweran dalam deviasi yang hampir di luar bayangan sama sekali (bahasa macam apa ini).

Saya sudah memasuki semester 4, kawan. Tahu apa artinya? Durasi saya di kampus Jatinangor insya’Allah tinggal 3 semester lagi. Ya Allah, saya nggak mau menyia-nyiakan waktu-waktu itu, nggak mau ada residu (bahasa seseorang) yang mengganjal. Total, total !

Tekad itu, harus dikejar dengan kesungguhan ya?

Bahkan, yang paling mengerikan, saat tekad itu mulai terbenam dan kita kebingungan menemuinya di mana.

Bangun ! Qum ! Get up !

Waktu kehidupan di dunia itu.. singkat sekali.

Ma’an najaah fii hayaatik yaa Nuur..

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran dan hidayah untuk menjejaki kehidupan ini. Aamiin.

—–

Setiap manusia menginginkan kebaikan dalam menjalani kehidupan di dunia,

meski terhadang semua yang diinginkan ternyata hanyalah impian..

Setiap manusia mendambakan bahagia bila esok hari kan menyapa dirinya,

walau kenyataannya tiadalah tergenggam, yakinilah nanti kan datang..

Pabila terjadi sesuatu terhadap manusia, jangan berpikir untuk berputus asa

Kembalikan semua pada yang Esa saja..

Mulailah berbenah diri hadapi yang terjadi, raihlah dengan penuh percaya diri,

tingkatkan iman dan taqwa kepada Ilahi..

(Tashiru, Optimis Sajalah)

 

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. ma’annajah kak dokter….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: